Waspada! Generasi Muda Jadi Incaran Mafia Narkotika Internasional


Tomohon, ME

Indonesia merupakan negara yang menjadi ladang narkoba tersubur di ASEAN. Tergambar jelas pada tahun 2015, POLRI danBNNRImenyita 6 Ton narkoba jenis sabu. Jumlah besar itu merupakan hanya 20 Persen dari sekira 30 Ton narkoba yang bersedar di republik ini. Sisanya, 80 Persen yang sekitar 30 Ton sedang beredar dan bisa menyesatkan 150 Juta manusia di RepublikIndonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Drs Budi Waseso SH MH mengatakan, kehancuran Negara dan Bangsa Indonesia adalah target mafia narkoba internasional. Salah satunya, penghancuran generasi muda anak bangsa.

“Sasaran mereka tertuju kepada pelajar SMA dan mahasiswa di Perguruan Tinggi yang sejatinya akan memimpinIndonesiadi masa mendatang. Mafia narkoba ini dikendalikan satu negara yang menginginkanIndonesiahancur,” ketus Waseso.

Lanjutnya, para mafia tersebut tidak berhenti di situ, mereka tetap berusaha menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar terbesar di ASEAN. Sebagian keuntungan mereka, membiayai proses regenerasi pengguna atau pecandu di Indonesia.

“Pengguna atau pecandu narkoba tidak akan pernah sembuh, tapi bakal mengalami kerusakan permanen di otak hingga berujung pada kematian. Maka dari itu para mafia tersebut perlu meregenarasi pangsa pasar. Celakanya, sasaran mereka kini mengarah pada anak-anak TK dan SD,” beber Jenderal Bintang 3 ini.

Masalah narkotika tidak hanya bisa ditangani oleh BNN dan Kepolisian. Kepala BNN RI menagajak seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Daerah dan Aparat TNI POLRI untuk rapatkan barisan memerangi penyalahgunaan narkoba di Nusantara.

“Mari kita lawan penyalahgunaan narkoba secara bersama-sama. Selamatkan anak-anak kita, generasi bangsa. Waspadai keinginan dari jaringan narkoba dari negara tertentu yang berharap kehancuran Republik tercinta.Para pelajar, jauhi dan jangan pernah coba mengunakannya. Tak ada cita-cita yang bisa diraih dengan narkoba. Secara lambat, narkoba pasti membunuh kita semua. Untuk itu, ayo lakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” ajaknya.

Diketahui, akibat dari penyalahgunaan narkoba meyebabkan setiap harinya, 40-50 orang meninggal dunia di Indonesia. Sampai sekarang sudah ada 6 kasus ditangani BNN yang mengarah ke anak TK dan SD. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors