Warga Bunaken ‘Menggugat’


Manado, ME

Kisah haru mendera ratusan warga yang berdomisili di Pulau Bunaken. Salah satu aset vital yang dijadikan sumber energi listrik, bermasalah. Solar cell berteknologi Solar Cell System (Sistem Tenaga Surya), tak maksimal menyimpan daya. Krisis energi menganga. Warga ‘serang’ pemerintah.

 

Saat dibangun, Solar Cell memiliki kekuatan 1x24 jam. Namun, ini menyusut hingga beberapa jam. Indikasi persoalan terjadi pada alat peyimpan daya setelah menyedot energi matahari. Durasi daya sekitar 6 jam, dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan sekitar 500 warga yang berdomisili di Pulau Manado Tua, Bunaken hingga Pulau Siladen. "Ini sudah lama terjadi dan pemerintah telah mengetahui tapi belum ada actionnya," ungkap salah satu warga kepada rombongan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker).

 

Jadwal penyaluran energi listrik di wilayah ini seperti sudah disusun. Jadi energi listrik hanya bisa dinikmati dari pukul 18:00 Wita hingga pukul 06:00 Wita. Sementara untuk hari minggu, listrik mengalir siang hari. Berdasarkan informasi warga, tak lebih dari 2 sampai 3 jam hingga pukul 13:00 Wita.

 

Terkait hal itu, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Tuminting-Bunaken Kepulauan, Markho Tampi, langsung akngkat bicara. Ia mengakui jika pihaknya sudah beberapa kali mengeluhkan hal itu. Sebab, menurut Tampi, menyebabkan kesulitan bagi warga disana. Seperti kesulitan mendapatkan akses informasi. "Kami terus melakukan koordinasi terkait masalah ini dan belum lama, rekan kami sekaligus Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw sudah turun. Sehinga ini jadi perhatian kami setelah terbitnya koordinasi," sebut Tampi.

 

Untuk diketahui, dalam agenda reses Ketua DPRD Sulut di Kelurahan Manado Tua II dan Kelurahan Bunaken-Siladen Kecamatan Bunaken Kepulauan, warga meminta pemenuhan akan air bersih. Selain itu, energi listrik juga masih menjadi momok tersendiri. Alasannya, warga setiap harinya hanya bisa menikmati listrik mulai jam 6 sore sampai 6 pagi, sementara hari minggu hanya ada listrik siang hari kurang lebih 2 sampai 3 jam sampai pukul 13.00 Wita. Angouw akhirnya menampung masukan warga itu dan menyatakan akan memperjuangkannya.

 

Pengamat pemerintahan dan kemasyarakat Kota Manado, Bert Welong, meminta pemerintah untuk menindaklanjuti keluhan warga tersebut.”Pemerintah jangan berharap terjadi peningkatan ekonomi disana, sementara energi listrik tidak maksimal. Komunikasi saja pasti sulit,” jabarnya.

 

Menurut dia, masalah ini butuh sentuhan Pemprov Sulut. Artinya, dengan kemampuan komunikasi Gubernur Sulut di pusat, pasti akan banyak proyek berbau energi listrik di pulau pulau itu.”Sulut saat ini sudah jadi daerah teramai yang dikunjungi pejabat penting Negara. Itu luar biasa, namun sebaiknya dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang lewat dana bantuan dari pusat,” kuncinya.(tim me)



Sponsors

Sponsors