SLB Manembo-nembo Jauh Dari Peringatan Hardiknas


Bitung, ME

Di kala sekolah lainnya di kota bitung disibukkan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei, pendidikan formal di Sekolah Luar Biasa (SLB) FINJIL Manembo-nembo, justru berbanding terbalik dengan kondisi siswa-siswa di sekolah lainnya. SLB yang didirkan tahun 2015 lalu itu bersiswakan 62 anak dan tenaga pendidik 16 orang, ternyata hanya dilengkapi dengan 3 buah ruang belajar ukuran mini.

 

Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (2/5), Kepala SLB Finjil Kalvary Luntungan,S.Pd, mengungkapkan siswa tunagrahita, tunarungu, autism, tunadaksa, tunalaras, mengalami kesulitan belajar, gangguan perilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan atau cacat mental rata-rata dari keluarga kurang mampu dan melaksanakan proses belajar mengajar dari siang hingga sore hari.

 

Mirisnya lagi, sekolah inklusif ini masih sangat membutuhkan kepedulian moril seperti ketersediaan peralatan ATK, meja, kursi, lemari buku, seragam, kursi roda, buku pelajaran, computer, LCD, alat kesenian, olahraga dan ketrampilan. ”Kami mengajarkan anak-anak pintar dalam berpuisi, lari, melukis, bulu tangkis, nyanyi, bola boci dan modeling. Kami sangat mengharapkan bantuan baik dari Pemerintah Kota Bitung melalui dana BOS, pihak swasta dan lainnya dalam pengembangan sekolah luar biasa,” ujarnya.

 

Kesempatan berbeda, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Ferdinand Tangkudung,SPI,MSI, saat dikonfirmasi wartawan, menjelaskan sekolah luar biasa masih kewenangan Pemerintah Provinsi, sementara Pemkot Bitung hanya terlibat sebatas koordinasi.

 

Ketua Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Bitung, Jhon Dumais, mengakui ikut prihatin atas kondisi dari SLB yang seolah-olah disisihkan oleh Pemerintah. ”Apalagi para Legislator yang mungkin belum pernah mengunjungi sekolah khusus ini,” tambahnya.

 

Di sisi lain, Dumais sendiri merasa optimis bahwa Pemkot Bitung dapat menyediakan porsi khusus bagi 3 SLB di Bitung dan bila perlu diperjuangkan agar menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

 

Sementara Wakil Walikota Bitung, Ir. Maurits Mantiri, saat dikonfirmasi terkait minimnya uluran pemerintah daerah bagi SLB dimaksud, menjelaskan dan memastikan akan ada bantuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. (keket)



Sponsors

Sponsors