Foto: Majelis Jemaat, para Pendeta yang melayani jemaat Elim Kolongan, Sekot Arnold Poli, Kapolres Monang Simanjuntak, Legislator Ladies Turang dan Harun Lululangi, memasang lilin syukur ke-82 Jemaat Elim Kolongan
Jemaat Elim Kolongan Berkomitmen Dorong Kemajuan Tomohon
Syukuri 82 Tahun Pemeliharaan Tuhan Dari Sion ke Rano Su'i
Tomohon, ME
Belasan tenda penuh hiasan bunga dan berbagai macam tumbuhan alami, berbaris rapi di kawasan Rano Su'i Kolongan, Minggu (1/5). Kalimat pujian dan nyanyian syukur terdengar mengalun, menyemarakkan suasana pesta iman yang melingkupi sekitar 1000 umat.
Peristiwa itu merupakan ekspresi syukur dan refleksi pemeliharaan Tuhan sepanjang 82 tahun bagi jemaat GMIM Elim Kolongan. "Hari ini kita mensyukuri hari ulang tahun yang ke-82, yang jatuh pada 30 April 2016 kemarin," kata Ketua Panitia HUT Jemaat Elim Kolongan, Alex Pioh SP. "Sebelumnya kita satu dengan jemaat Sion lalu mekar. Momen itu ditandai dengan ibadah perdana yang dilaksanakan 82 tahun lalu di Rano Su'i," ungkap Pioh.
Lokasi mata air yang terletak di depan kantor Walikota Tomohon itu ternyata merupakan tempat kenangan indah bagi perkembangan iman jemaat Elim. "Mata air di Tomohon biasa keluar dari arah Timur tapi Rano Su'i berbeda. Ia keluar dari arah Barat dan kemudian ujungnya basu'i (jatuh) di seputaran jalan Permesta Kolongan," terang Lexi Wajong dan Wellem Mait, tua-tua Kolongan.
Pdt Wowor Turang STh, saat memimpin ibadah syukur ini, mengambil Kitab Kisah Para Rasul 3:1-10, tentang 'Petrus Menyembuhkan Orang Lumpuh', sebagai bahan perenungan. "Apa yang ditampilkan anak-anak tadi merupakan gambaran tentang pembacaan kita ini," kata Pdt Turang, menjelaskan pentas teatrikal yang ditampilkan sejumlah remaja ketika mengawali perenungan itu.
"Orang lumpuh itu sudah puluhan tahun dan lama merindukan kesembuhan. Dia hanya diletakkan di depan bait suci karena orang Yahudi kuat pada aturan bahwa orang lumpuh dianggap najis dan tidak bisa masuk dalam bait suci," sambungnya.
Gereja Tuhan diminta jangan berlaku demikian. "Pelayanan gereja jangan membeda-bedakan, sekalipun orang itu sakit, memiliki banyak kekurangan. Kehadiran gereja disimbolkan lewat Petrus dan Yohanes, yang melihat penyakit-penyakit yang terjadi, yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan keselamatan dari Tuhan," terangnya.
Pdt Turang menjelaskan, gereja dipanggil, diutus Tuhan, bukan hanya dengan perkataan tapi harus disertai perbuatan. Demikian Jemaat Elim Kolongan, hendaknya menunjukkan bagaimana gereja tergerak melihat mereka yang menderita, lumpuh. "Orang Yahudi hanya melihat dia sebagai orang yang tak berdaya tapi Rasul Petrus dan Yohanes menunjukkan tugas dan peran gereja harus membuktikan ucapan dengan tindakan. Dua hal itu harus seirama, harmonis. Jadi jangan hanya maju dalam pelayanan firman tapi tidak dalam pelayanan diakonal. Di sekitar kita banyak sekali 'kelumpuhan', jadilah jemaat yang menyembuhkan," tutur Pdt Wowor.
Sekretaris Kota (Sekot) Tomohon, DR Arnold Poli SH MAP, ketika membacakan sambutan Walikota Jimmy F Eman, melontarkan apresiasi kepada warga Kelurahan Kolongan, di dalamnya Jemaat Elim, karena perkembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraannya baik, pendapatan per kapita terus meningkat.
Atas nama pemerintah, Sekot meminta agar jemaat Elim bisa terus mendukung pemerintah dalam memajukan berbagai sektor. "Pasca Pilkada, mari menyatu. Biar warna-warni, kita tetap saling mendukung. Pemerintah berkomitmen membuka lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, membangun Kota Tomohon dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Namun, untuk mewujudkan itu, kita perlu dukungan jemaat Elim Kolongan," aku Poli.
Sementara, Ketua BPMJ GMIM Elim Kolongan, Pdt Meidy Mengko-Umboh STh, di sela-sela ucapan terima kasih menyatakan komitmen iman jemaat Elim untuk mendorong kemajuan Kota Tomohon tercinta. "Kita bertekad akan mempererat persekutuan, bersama-sama menunjang segala hal demi kemajuan jemaat, masyarakat Tomohon. Mendorong pemberdayaan jemaat, pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi demi kemajuan dan kesejahteraan," tandasnya.
Ibadah padang ini dihadiri umat dari 425 KK di 19 Kolom Jemaat GMIM Elim, BPMJ dan seluruh majelis jemaat, para pendeta yang sedang dan pernah melayani jemaat ini, Sekot Arnold Poli dan sejumlah kepala SKPD di jajaran Pemkot Tomohon, Kapolres AKBP Monang Simanjuntak SIK, anggota DPRD Tomohon Ladies Turang SE dan Harun Lululangi serta tamu undangan lainnya. (rikson karundeng)



































