Foto: Ilustrasi
Pemadaman Listrik Pukul Sektor UMKM Minahasa
Tompaso, ME
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi selang sepekan terakhir mulai menimbulkan dampak negatif bagi sektor usaha. Sejumlah pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Minahasa terpukul. Akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN, biaya produksi melonjak drastis.
Billy Mewengkang dan Aldy Singal, pekerja di usaha pencetakan hollow brick, Talikuran Tompaso mengeluhkan efek pemadaman listrik tersebut. "So satu minggu lebe ini lampu mati-mati trus sampe sekarang. Kong pe lama le manyala. Lalu dari pagi so mati nanti manyala malam. Mengangu skali torang pe pekerjaan. Skrang amper tiap hari ba cetak holobrik musti pake genset," keluh mereka, Jumat (29/4).
Hal senada diungkap Cliff, pengusaha warnet di Langowan. "Satu hari musti sadia 10 liter bensin untuk genset, belum lagi tu jaringan internet sering lambat kalo listrik mati," kata dia.
Namun yang paling dikuatirkan Cliff bukanlah naiknya biaya operasional dan penurunan omset pendapatan. Ia lebih terpukul dengan kerusakan beberapa unit komputer akibat pemadaman listrik PLN. "Minggu ini saja sudah dua unit komputer yang jebol karena pemadaman listrik. Kalo situasi ini terus berlanjut, lebe bae tutup jo tu usaha," pungkasnya. (tr1)



































