Sehari Listrik Padam 7 Jam, Warga Minahasa Tuding PLN Penipu


Tompaso, ME

Pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Minahasa kian menjadi-jadi. Sepekan terakhir, warga Tompaso, Minahasa dibuat geram. Mereka tak dapat beraktifitas seperti biasa lantaran jaringan listrik saban hari merem melek.


Tak tanggung-tanggung, pemadaman bahkan sering terjadi lebih dari sekali setiap hari dengan durasi mencapai hingga 7 jam. Hal ini memantik amarah warga. Mereka merasa menjadi korban kinerja tak beres PLN. "Banyak peralatan elektronik rusak. Siapa yang mau tanggung jawab? Apa PLN mau ganti rugi. Mereka (PLN, red) bisa seenaknya melakukan pemadaman, tapi kami masyarakat yang jadi korban," ketus, Vendy Seran, warga Tompaso kepada manadoexpress.co.


Ia pun merasa tertipu dengan pernyataan PLN Sulutteggo di sejumlah media massa pasca beroperasinya kapal genset bertenaga gas asal Turki, Zeynep Sultan beberapa waktu lalu. "Katanya tidak akan ada lagi pemadaman karena sudah ada kapal genset raksasa di Minsel. Kenyataannya mana. PLN sudah menipu masyarakat," tukas Vendy.


Nona, IRT Tompaso juga merasa kesal dengan pemadaman listrik di wilayahnya. Pasalnya, banyak aktifitas mengurus rumah tangga tak bisa dilakukan optimal lantaran alat-alat elektroniknya tak bisa berfungsi. "Mo masak, cuci baju, setrika, samua susah skarang karna mati-mati lampu. Mungkin sto PLN mo beking samua orang bale jaman batu, nemboleh pake alat-alat listrik," ketus Nona, emosi. (tr1)



Sponsors

Sponsors