Foto: Wilmar Marpaung
Polda Batal Kirim Pasukan ke Poso
Manado, ME
Korps Bhayangkara Sulawesi Utara (Sulut), batal mengirimkan 100 personil Satuan Brigade Mobil (Brimob) ke Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pembatalan pengiriman pasukan yang direncanakan membantu operasi Tinombala, terkait aksi teroris Santoso Cs ini, langsung dari pusat.
Menurut informasi, hal ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri, Rabu (27/4) malam, untuk membatalkan Bantuan Kendali Operasi (BKO) itu.
Tidak hanya Polda Sulut yang diberikan perintah untuk membatkan bantuan pasukan elite tersebut, tapi polda-polda yang lain. Seperti, Polda Kalsel, Polda Sultra dan Polda Sulteng.
"Di Polda Sulut mungkin karena ada rencana pengamanan Presiden esok (hari ini, red). Jadi para pasukan Brimob batal dikirim guna menjaga kedatangan pak Presiden," kata sumber di Markas Polda (Mapolda) Sulut, Kamis (28/4).
Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik ketika dikonfirmasi, Jumat (29/4), belum bisa berkomentar tentang pembatalan pengiriman 100 personil Brimob ke Poso.
"Memang benar 100 personel Brimob Polda Sulut batal dikirim ke Poso dalam operasi Tinombala. Namun, kenapa sampai ada pembatalan itu, saya belum bisa menanggapinya," ujar Perwira Menengah (Pamen) ini, kepada media ini via telepon seluler.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Wilmar Marpaung, Rabu (27/4), telah memimpin langsung apel pelepasan Satuan Setara Kompi (SSK), 100 personel pasukan yang diadakan di Markas Komando (Mako) Satbrimob, Mapanget, Manado.
Menurut Marpaung, para personil Brimob itu dikirim untuk mengamankan kisruh di Poso terkait adanya teroris pimpinan Santoso. "Ini sebagai bantuan Polda Sulut untuk Polda Sulteng. Terlebih khusus dalam pengamanan di Poso terhadap ancaman teroris Santoso Cs," terang Jenderal Bintang Satu ini.
Para pasukan khusus itu pun sempat melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP), AKP (Anumerta) Brian Tatontas di Kairagi, Selasa (26/4) lalu. Hal itu sebagai bentuk penghormatan gugurnya khusuma bangsa ini di Poso, Tahun 2015 silam. (tim me)



































