Lempoy: Sekolah Tidak Memerintahkan Siswa Kumpul Uang Beli ATK


Amurang, ME

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tenga Novieta N Lempoy akhirnya memberikan klarifikasi terkait keluhan orang tua yang membebankan alat tulis kantor (ATK) kepada siswa.

 

Saat dihubungi manadoexpress.co, dia mengungkapkan permasalahan datang dari salah satu guru honorer yag sedang mengajar. Namun pada saat itu tidak ada ATK spidol untuk menulis di papan plywood.

 

"Guru bersangkutan tanpa memberitahu kepala sekolah mengeluarkan kata-kata tidak akan mengajar kalau tidak ada spidol. Jadi itu masalahnya, sehingga salah satu siswa pergi mengambil spidol di rumahnya," ungkap Lempoy, Selasa (26/4).

 

Dia menjelaskan, sebenarnya untuk ATK sudah disiapkan sejak bulan januari. Dimana setelah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dicairkan langsung digunakan untuk belanja keperluan sekolah seperti ATK.

 

"Sebenarnya ini juga sudah disampaikan kepada wakil kepala sekolah bahwa jika ada guru yang perlu ATK bisa di ambil di ruang kepala sekolah," terangnya.

 

Diakuinya memang yang menggunakan ATK spidol hanya kelas tesebut. Mungkin karena tinta spidol sudah habis, tanpa konfirmasi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah guru tersebut langsung mengeluarkan pernyataan yang seharusnya tidak boleh diucapkan oleh seorang pengajar.

 

"Jadi selama ini, sekolah tidak memerintahkan siswa kumpul uang untuk beli ATK, karena di sekolah itu sudah disiapkan," ujarnya.

 

Bukti pembilan juga menurut dia ada di sekolah. Jadi jika ada pemberitaan sokolah membebankan ATK ke siswa itu tidak benar.

 

"Ketika masuk semester ini saya juga sudah bagikan kepada guru-guru. Sebenarnya saya tidak tahu guru itu akan melakukan hal seperti itu. Kalau saya tahu pasti saya sudah melarangnya. Jadi masalahnya hanya spidol satu," tandasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors