Datau: Antisipasi Penyebaran HIV/AIDS di Boltim


Kotabunan, ME

Data menyebutkan, sekitar 15 warga Minahasa Tenggara (Mitra) kini positif terinfeksi HIV/AIDS. Fakta di Kabupaten tetangga itu, jadi tanda awas bagi daerah Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

 

Warning itu dilontarkan aktivis HIV/AIDS, Ningsri Datau. Menurutnya, warga Boltim perlu awas mengantisipasi virus mematikan ini. "Sekarang Mitra sudah 15 orang yang terinfeksi. Kemungkinan besar Boltim sudah ada yang terinfeksi tapi belum diketahui karena belum ada tempat-tempat pemeriksaan di Boltim," sebut ka' Ning, sapaan akrab Ningsri Datau.

 

Saat bersua dengan manadoexpress.co, aktivis yang sudàh tiga kali mendapat penghargaan di tingkat nasional ini menjelaskan tentang tanda-tanda orang yang sudah positif terkena AIDS. "Apabila umur di bawah 25 tahun, sakit dua tahun atau tiga tahun, kemudian meninggal secara tidak wajar, kurus kering, kemungkinan besar orang tersebut meninggal karena AIDS," terang aktivis yang murah senyum ini.

 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Boltim, khususnya dinas terkait harus menyediakan layanan pemeriksaan untuk VCT HIV/AIDS agar dapat dipastikan berapa jumlah yang sudah terinfeksi. Hal itu untuk mengantisipasi agar virus ini tidak menjalar kemana-mana.

 

Ia menambahkan bahwa virus HIV/AIDS identik dengan angin, tak dapat dilihat tapi dapat merasakan hembusannya. "Virus HIV/AIDS ini seperti angin. Kita tak dapat melihatnya tapi kalau sudah terinfeksi, maka akan terlihat jelas efek dari predator yang sangat menakutkan ini," pungkasnya.

 

Sosok Srikandi asal Kota Bitung ini mengaku sangat getol menggeluti dunianya demi misi kemanusiaan. Hal ini ia lakukan untuk masyarakat Indonesia pada umumnya, dan lebih khusus masyarakat yang ada di Timur Bolaang Mongondow. (matt rey kartoredjo)



Sponsors

Sponsors