Foto: Ilustrasi
Pria Berkulit Hitam Nyaris Perkosa Gadis Minsel
Manado, ME
Tragis dialami GT alias Ita (20), warga Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang tinggal di Kelurahan Malalayang Satu, Lingkungan IX, Kecamatan Malalayang. Tubuhnya tiba-tiba dipeluk, lalu dibanting disemak-semak oleh pelaku yang ingin memperkosanya. Dari keterangannya, dirinya hendak diperkosa oleh seseorang yang tidak dikenalinya dengan ciri-ciri berkulit gelap.
Peristiwa itu terjadi disekitar kuburan Bantik, Kelurahan Malalayang, Minggu (24/04) pagi, sekitar Pukul 08.00 WITA. Berdasarkan pengakuan korban saat berada di Mapolsek Malalayang. Pagi itu dirinya bertolak dari rumah kos dengan maksud pergi bekerja. Seperti hari-hari biasanya, korban tanpa curiga setiap berangkat kerja dirinya terus memilih melintas diarea pekuburan Bantik, yang dianggapnya aman dari hal-hal yang tidak diinginkan meski jalanan kadang terlihat sepih.
Sialnya, ditengah perjalanan, tiba-tiba dirinya terkejut setelah datang lelaki bekulit hitam yang langsung memeluk tubuhnya. Dipenuhi rasa ketakutan, wanita ini terus merontak untuk melepaskan diri dari pelukan pria tersebut. Celakanya, karena kurang kuat, korban berhasil dibanting disemak-semak dan pelaku mencoba menindih tubuh korban yang terlentang. "Badan saya terasa tidak mampu menahan rangkulan kuat yang dia berikan," tuturnya.
Beruntung bagi korban, dirinya mendapat kesempatan untuk berteriak minta tolong sehingga membuat pelaku mengurungkan niatnya memperkosa korban. Pelaku pun langsung melarikan diri sebelum diketahui warga sekitar.
Bertepatan lokasi kejadian berdekatan dengan Polsek Urban Malalayang, korban langsung melaporkan kasus percobaan pemerkosaan yang baru dialaminya. Polisi pun langsung bergerak ke arah lokasi TKP dan langsung melakukan pengembangan pencarian pada pelaku.
Kapolsek Urban Malalayang, Kompol Joutje Fernatubun, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. "Laporan sudah diterima, dan kami akan terus melakukan penyelidikan mencari jejak pelaku yang diketahui berkulit gelap itu. (Rhendi Umar)



































