Foto: Fanny Legoh.
Legislator Sulut 'Serang' RS Kandou dan BPJS
Pasien Terendus Meninggal Akibat Kelalaian
Manado, ME
Kabar miring kembali menyeruak dari RSU Prof Dr RD Kandou Manado. Ada pasien diduga meninggal akibat kelalaian di rumah sakit. Nada keluh masyarakat pun terdengar sampai ke gedung cengkeh.
Insiden tersebut dianggap menciderai dunia kesehatan Sulawesi Utara (Sulut). Legislator Sulut pun mulai mengkritisi kinerja pihak RS dan keberadaan BPJS.
Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh, mengatakan masalah tesebut bisa sampai nasional dan akan terkait dengan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Badan ini dinilai belum benar-benar siap. Dari segi profesionalitasnya perlu menjadi badan yang profesional dalam pelayanan. “Di indoensia ini terkait pelayanan BPJS, banyak pengeluhan. Kita saja anggota dewan DPRD 45 orang belum mengurusnya sampai sekarang,” tukasnya.
Menurutnya, kalau dibilang ada yang sampai meninggal di RS Kandou, itu indikator bahwa BPJS tidak berjalan dengan semestinya. Ini yang dirubah bukan hanya manajemen, orangnya juga harus dirubah.
“Kalau kita ke Puskesmas misalnya, luka lecet saja sudah bayar banyak. Apalagi kalau di rumah sakit, bayarannya sampai ratusan ribu. Mereka hanya ingin melayani mereka yang bayar dengan uang secara langsung dari pada pasien BPJS. Dokter itu adalah pekerjaan panggilan,” tegasnya.
Legoh menandaskan, laporan warga akan diseriusi. Warga yang punya keluhan-keluhan lain terkait pelayanan di rumah sakit, diminta bisa menyampaikan ke wakil rakyat di DPRD Sulut.
“Kami akan menindaklanjuti laporan ini. Jadi diharapkan mereka yang mengeluh di Rumah Sakit untuk dapat memasukkan keluhannya kepada kami agar supaya kami dapat mendengarkan persoalan yang ada,” tutupnya. (tim me)



































