Krisis Air Bersih, Warga Kilometer Tiga Beli Air Isi Ulang
Amurang, ME
Warga di Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang mengeluh. Sudah hampir setahun sebagian warga di desa ini kesulitan mendapatkan air bersih. Bak air penampungan yang dibuat pemerintah kini tidak lagi berfungsi sebagaimana mesti.
Yanti Rumokoy ibu rumah tangga asal desa setempat menuturkan, persoalan kesulitan mendapatkan air bersih sudah lama terjadi. Dan anehnya hal ini terjadi hanya di lokasi Jaga IV desa mereka.
"Kami tidak tahu kenapa air sudah tidak lagi mengalir seperti biasa. Yang saya tahu air bersih ini hanya jalan kurang lebih tiga bulan setelah proyek selesai," ungkap Yanti, saat memberi keterangan, Jumat (22/4).
Untuk mendapatkan air bersih dia mengatakan harus antri berjam-jam. Kadang air yang mereka tampung tidak mencukupi untuk memasak, mencuci baju, mandi dan untuk keperluan lainnya. Bahkan untuk keperluan air minum mereka harus membeli air isi ulang.
"Yang paling pokok sekali itu air buat memasak, cuci baju mandi, pokoknya samua perlu air. Tapi mau bagaimana lagi, untuk mendapatkan air kita harus antri dengan selang kecil dan airnya juga tidak lancar. Kita juga harus beli air isi ulang," jelasnya.
Keluhan juga disampaikan Andries Pattyrannie, warga setempat, menurut dia krisis air bersih ditempatnya sudah terjadi sejak musim kemarau tahun 2015. Banyaknya kebakaran hutan di wilayah Minsel mengakibatkan mata air kian menipis.
"Kemungkinan ini dampak dari musim kemarau lalu. Memang banyak mata air di sekitar desa yang sudah kering," akunya.
Selama ini diakuinya persoalan ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Meski demikian dia berharap bantuan dari pemerintah daerah agar memperhatikan fasilitas air bersih bagi mereka.
"Kami sangat berharap apa yang menjadi keluhan warga dapat diperhatikan," tandasnya. (jerry sumarauw)



































