Foto: Saat dengar pendapat di ruang rapat DPRD Sulut.
Perda Budaya Harus Perkuat Lokalitas Sulut Hadapi MEA
Manado, ME
Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang budaya oleh Legislator Nyiur Melambai, tuai apresiasi. Akademisi dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Prof Dr Richard Siwu MA STM PhD mengungkapkan, tahun 2013 telah diumumkan, Indonesia bakal kehilangan 169 bahasa lokal dalam waktu singkat. Termasuk bahasa daerah di Minahasa.
”Di selatan Minahasa, Makasili yang terkenal sampai anak-anak bisa berbahasa daerah, sekarang tidak ada. Orang-orang yang berusia 30 tahun ke bawah di Tondano sudah tidak tahu bahasa Tolour. Beruntung di Jawa-Tondano anak-anak masih bisa. Di Rurukan Tomohon juga, 4 tahun lalu masih ada anak-anak yang bisa, sekarang tinggal Tombulu-Jawa dan Saroinsong,” ungkap Siwu.
Menurutnya kondisi ini sangat dilematis ketika kebudayaan Minahasa diperhadapkan dengan tantangan Masyrakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pasalnya, tidak diperkenankan orang luar negeri berbahasa Indonesia. Di lain pihak, bahasa Inggris akan semakin menonjol. Diharapkannya, hasil Perda tersebut bisa menjadi pondasi kuat bagi kebudayaan yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).
“Banyak situs sejarah budaya sudah tidak ada lagi cerita mitologisnya. Di balik cerita-cerita itu ada kebenaran kultural bukan rasional. Seharusnya itu terjaga, kalau bisa dibuat lagi karena di situ ada hikmah-hikmah lokal. Misalnya, Goa-goa Jepang yang banyak dianggap enteng padahal memiliki nilai sejarah,” usulnya dalam dengar pendapat di ruang rapat Gedung Cengkeh.
Untuk itu, dirinya mengapresiasi usaha Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut yang berinisiatif mengenjot Perda budaya. Kata Dia, semestinya hal ini dapat memperkuat lokalitas Sulut.
Diketahui, Komisi 4 Wakil Rakyat Sulut yang membidangi kesejahteraan rakyat sedang menyusun Perda tetang budaya. Tahap awalnya, memanggil para Akademisi dan Budayawan di Sulut untuk jajak pendapat terkait perumusan Perda yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor DPRD Sulut, Jumat (15/4). (hendra mokorowu)



































