Deprov Desak Biaya Faked Unsrat Gratis


Manado, ME

Penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran (Faked) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, kembali jadi sorotan Legislator Sulawesi Utara (Sulut). Biaya masuk yang terbilang fantastis jadi pemicu. Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulut pun diminta menindaklanjutinya.

Biaya terlalu tinggi dalam proses penerimaan mahasiswa baru Faked Unsrat kerap jadi pembicaraan. Kini masalah tersebut kembali mengerucut di gedung cengkeh. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) meminta agar seleksi dilakukan bukan berorientasi dari segi materi.


“Mereka yang masuk Fakultas Kedokteran harus bayar  200 sampai 300 juta rupiah. Logikanya, orang tua mereka adalah yang punya duit. Jadi jangan heran kalau mereka tidak mau ditempatkan di daerah yang terpencil,” ujar Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Julius Jems Tuuk, saat rapat bersama Diknas Provinsi di ruang sidang utama kantor dewan Sulut, Kamis (14/4).

Sementara, Denny Sumolang meminta agar masalah penerimaan mahasiswa dapat diperhatikan dengan serius. Dirinya mendesak, pemerintah membuat program kuliah gratis di Faked Unsrat dengan seleksi yang ketat. “Saya sarankan pemerintah memprogramkan kuliah gratis di Faked namun diuji secara profesional. Dengan demikian ketika mereka selesai study, mereka akan terbeban untuk membantu banyak orang,” ujar Sumolang menyambung ulasan Julius Jems Tuuk.


“Para lulusan tidak lagi terbeban untuk mengembalikan biaya yang sudah tercurah semasa kuliah. Generasi yang mengabdi untuk masyarakat akan tertanam dalam diri mereka. Daerah lain seperti di Jawa sudah melakukannya,” tambah Anggota Komisi I ini.


Kepala Diknas Sulut, Gammy Kawatu menyatakan, akan menindaklanjuti usulan dari anggota dewan itu. “Nanti kami akan melakukan koordinasi terkait hal ini,” ujarnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors