Ratusan Warga Goyang DPRD Minut
Airmadidi, ME
Aroma tak sedap menyeruak dari proses seleksi bakal calon (Balon) Hukum Tua di bumi Klabat. Persoalan itu memantik kemarahan sejumlah warga Minahasa Utara (Minut).
Tak puas dengan hasil tes tertulis 10 Desa yang dilaksanakan tim seleksi dari akademisi, ratusan pendukung Balon Hukum Tua, menduduki kantor DPRD Minut.
Gugurnya 23 dari 73 Balon Hukum Tua yang tersebar di 10 Desa tersebut, jadi pemicu. Seleksi tertulis yang digelar Kamis (7/4) lalu, menimbulkan kecurigaan karena dinilai tidak transparan.
"Kami meminta dewan untuk menunda penetapan calon Kumtua yang akan dilaksanakan, Selasa 12 April (hari ini, red). Kami juga meminta DPRD memanggil tim seleksi kabupaten dan tim dari akademisi Unsrat untuk membeberkan secara transparan hasil tes tertulis Balon Kumtua karena diduga ada oknum-oknum di lingkaran petinggi yang melakukan intervensi," tegas Adri Dondokambey, Balon Kumtua dari Desa Suwaan.
Demo pendukung Balon Kumtua yang tak lolos seleksi tulis ini juga menyasar nama wakil pimpinan DPRD Minut, Denny Wowiling. Sosok ini diduga ikut mengintervensi hasil tes tulis Balon Kumtua sehingga hasilnya diduga tidak sesuai dengan hasil tes.
"Ada oknum pimpinan anggota dewan yang mengintervensi hasil tes Balon Kumtua. Kami minta ini diungkap dan dibuktikan karena hasil yang diumumkan tim sudah tak transparan lagi karena tidak diumumkan saat hari tes tulis selesai," tutur sejumlah pendemo kemarin di ruang paripurna DPRD Minut.
Senada diungkapkan, Denny Sompie, perwakilan Desa Wineru. Ia minta penetapan calon Kumtua yang akan dilaksanakan Selasa 12 April dibatalkan. "Selain penundaan penetapan calon Kumtua, kami mememinta agar oknum ataupun tim seleksi yang bermain dalam seleksi Balon Hukum Tua dilaporkan ke Polisi," tandas Sompie yang juga anggota Dewan dari PKPI. (tim me)



































