Makanan Bercampur Boraks Marak Beredar

BKP Intens Gelar Operasi


Boroko, ME

Ancaman penyakit hingga bahaya kematian mengintai warga Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Peredaran boraks jadi biang. Zat berbahaya yang sering dipakai sebagai pengawet makanan itu kini didapati marak di masyarakat. Langkah serius pun dipacu pemerintah.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bolmut, terus melakukan operasi makanan berbahaya yang diperdagangkan di kalangan masyarakat. Dalam operasi yang telah dilakukan instansi ini di enam Kecamatan di Bolmut, bahan berbahaya itu berhasil ditemukan.

Kepala BKP Bolmut, Farhan Patadjenu, mengkui jika pihaknya telah menemukan bahan makanan berbahaya karena bercampur boraks, beredar di masyarakat.
“Kami telah menemukan bahan boraks yang dicampur pada mie di beberapa Kecamatan,” ungkapnya.

Dikatakan Patadjenu, ada beberapa kecamatan menjadi sasaran operasi boraks dan hasilnya sudah ada beberapa pedagang mie yang menggunakan boraks sebagai campuran.
“Kami sudah melakukan pemanggilan untuk dibina agar tidak lagi menggunakan bahan tersebut. Mungkin saja ada unsur ketidaktahuan hingga menggunakan bahan tersebut,” jelasnya.
Pihaknya pun berjanji untuk terus melakukan razia-razia di seluruh kecamatan yang ada.
“BKP akan terus melakukan operasi hingga Bolmut terbebas dari bahan makanan berbahaya,” tutup Patadjenu.

Sementara itu Fadly Rahim, salah satu tokoh pemuda Bolmut berharap agar instansi berkompeten kiranya tidak hanya melakukan razia-razia terhadap lokasi-lokasi yang ada di enam kecamatan. Pos-pos perbatasan juga seharusnya mampu melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
“Menjamurnya boraks yang ada di Bolmut disebabkan banyak faktor, salah satunya sistem pengawasan tepadu yang ada di perbatasan tidak berjalan dengan semestinya sehingga banyak yang lolos,” pungkasnya.

Diketahui, boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.
Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoa.

Boraks tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan dalam dosis berlebihan, tetapi ironisnya penggunaan boraks dalam dosis berlebihan sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia.

Mengkonsumsi makanan berboraks dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.
(tim me)



Sponsors

Sponsors