Foto: Jimmy Feidie Eman
Tomohon Suplai 40 Persen Kebutuhan Listrik Sulut
Tomohon, ME
Kota Bunga menjadi lumbung energi panas bumi. Sebagai epicentrum energi ramah lingkungan, Tomohon berperan krusial sebagai kantong energi listrik Bumi Nyiur Melambai.
Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, menjelaskan, energi panas bumi merupakan energi yang berasal dari dalam bumi yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Misalnya, untuk dijadikan tenaga listrik. Jelas Eman, arah kebijakan energi nasional disusun sebagai pedoman untuk memberi arah pengelolaan dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Energi panas bumi merupakan energi yang bersih, ramah lingkungan, terbarukan dan dapat dimanfaatkan keberadaannya. Potensi panas bumi di Indonesia sangat besar termasuk di yang dimiliki Kota Tomohon. Apabila dikembangkan dengan optimal, dapat membantu tercapainya ketahanan energi dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” terang Eman.
Pasal 9 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2014 tentang Panas Bumi, menjelaskan, pengusahaan panas bumi meliputi pemanfaatan langsung dan tidak langsung. Pemanfaatan langsung digunakan untuk wisata, pendidikan, agrobisinis dan industri. Selain itu, kegiatan pengusahaan tanpa melakukan proses pengubahan dari energi panas dan atau fluida menjadi jenis energi lain untuk keperluan non listrik.
Contohnya, pengeringan bahan-bahan organik, pengeringan ikan, pemanasan ruangan (gedung dan green house), pendinginan (refrigeration) dan peternakan (rumah kaca dengan kombinasi pemanasan ruangan dan tanah).
“Sedangkan pemanfaatan tidak langsung adalah kegiatan pemanfaatan panas bumi dengan melalui proses pengubahan dari energi panas dan atau fluida menjadi energy listrik, contohnya sumber energi pembangkit listrik , spa, kolam pemandian, terapi air panas, pabrik gula aren yang menggunakan uap air dari panas bumi pada proses pengeringan, budidaya ikan dan industri pertanian,” urai Walikota.
Kota Tomohon, papar Eman, merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyai potensi sumber panas bumi yang besar. Pengelolaannya dilakukan Pertamina Geotermal Energy (PGE) Lahendong.
”Selama ini panas bumi di Kota Tomohon telah memasok atau menyuplai 40 persen kebutuhan listrik di Sulut. Bahkan, PGE Lahendong masih terus melaksanakan proses pengembangan panas bumi dengan penambahan sumur produksi,” kunci Walikota di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Panas Bumi, yang menghadirkan narasumber yakni Dosen Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi, Hesky Stevy Kolibu serta Sekdakot Tomohon Dr Arnold Poli, SH MAP.(tim me)



































