Foto: Bupati Minut VAP.(IST)
RUPS Bank Sulutgo Deadlock
Airmadidi, ME
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), deadlock. Setelah melewati pembahasan alot, pelaksanaan RUPS akhirnya dijadwalkan ulang. Laporan pertanggung jawaban keuangan tahun 2015, jadi titik masalah.
"Rapat RUPS deadlock karena direksi belum merampungkan laporan pertanggungan jawab keuangan 2015. Hal tersebut menimbulkan pembahasan alot di tingkat pemegang saham yang pada akhirnya direksi Bank Sulut memutuskan menjadwalkan kembali RUPS," beber Bupati Vonnie Anneke Panambunan, melalui Wakil Bupati (Wabup) Joppy Lengkong, usai mengikuti RUPS tadi malam.
Kegiatan yang melibatkan para pemegang saham pemerintah daerah se-Sulut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, berlangsung sekira Pukul 10.00 Wita dan baru berakhir sekira pukul 17.30 Wita.
Dijelaskan Lengkong, khusus Pemkab Minut untuk saham yang disertakan ke Bank Sulutgo sekira Rp4 Miliar atau 0.62 persen dari total saham Sulutgo. Harapan Pemkab ke depan, saham ini bisa ditingkatkan tetapi tergantung hasil persetujuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"Untuk penambahan saham Pemkab ke Bank Sulutgo sudah masuk Ranperda tinggal dibahas dengan dewan. Keinginan Pemkab saham kita bisa lebih besar lagi di Bank sulut. Semakin besar sahamkan semakin baik karena akan berdampak dalam pembagian laba," terang Lengkong yang diaminkan Pimpinan Cabang Bank Sulut Airmadidi Alex Wonte.
Untuk diketahui, beberapa hal yang mencuat dalam RUPS, seperti pada tahun 2016, jajaran direksi telah melakukan berbagai upaya seperti menindak lanjuti temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melakukan lompatan yang tinggi dalam kinerja sehingga memperoleh laba yang tergolong spektakuler di tri wulan pertama yakni Maret 2016. Selain itu, beberapa informasi krusial terkait sepak tarjang bank dengan julukan ‘Torang Pe Bank’ ini. Turut hadir dalam RUPS, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Drs Steven Kandouw.(tim me)



































