Foto: Hanna Aseng saat mengikuti UN di rumah sakit Kolooran Amurang.
Hanna Kerjakan UN di Rumah Sakit
Amurang, ME
Akibat sakit yang diderita Hanna Aseng (16) Siswa SMK Negeri 1 Motoling harus melaksanakan Ujian Nasional (UN) di rumah sakit. Hanna terserang sakit demam tinggi dan harus dilarikan ke rumah sakit Kolooran Amurang pada Jumat (1/4) untuk mendapatkan perawatan insentif.
Meski terbaring lemah, namun tak menyurutkan niat Hanna untuk mengikuti UN. Sudah dua hari, anak kedua dari dua bersaudara pasangan Harly Aseng dan Herny Timporok terbaring dengan selang infus.
Sudah dua hari pula siswa jurusan akuntansi ini melaksanakan UN dengan didampingi guru pengawas dari sekolahnya. Keinginan siswa yang berencana melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Manado (Unima) memang mempunyai alasan, karena tak mau kuliahnya tertunda dia memaksakan ikut ujian.
"Saya tidak mau kuliah tertunda makanya meski sakit saya berupaya ikut ujian. Memang ada usulan dari sekolah agar saya ikut susulan, tapi saya takut karena takut nanti nilainya tidak keluar. Masalahnya saya sudah mendaftar masuk kuliah," jelas Hanna saat didampingi ibunya.
Apa yang disampaikan Hanna dibenarkan, Fitria Kalangi salah satu guru yang ditugaskan mengawasi Hanna ikut ujian hari ini. Dia menjelaskan sekolahnya memang mempunyai pengalaman dimana ada siswa yang ikut UN dua tahun lalu nilainya tidak keluar.
"Memang dia sudah mendaftar masuk kuliah. Orang tua juga mendukung jadi oleh karena itu kita juga berupaya memberi kesempatan untuk lakukan ujian di rumah sakit," katanya.
"Mungkin ini jadi salah satu pertimbangan sehingga Hanna memaksakan ikut ujian walaupun dalam keadaan sakit. Orang tua juga sudah buat permohonan agar bisa ikut UN. Selain itu ada juga surat rekomendasi dokter bahwa Hanna bisa ikut UN," sambungnya.
Hal ini menurut dia sudah disampaikan pada wakil bupati saat meninjau pelaksanaan UN di SMK Negeri 1 Motoling kemarin.
"Ini sudah kita laporkan langsung pada wakil bupati.Dalam UN ini kita tidak memaksakan dia menyelesaikan soal jawaban tepat waktu," ujarnya. (jerry sumarauw)



































