Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Minahasa Merangkak Naik


Tondano, ME

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Jumat (21/06) lalu, langsung berdampak pada naiknya harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional yang ada di Minahasa.

Contohnya di pasar tradisional Langowan, dari pantauan Manado Express, Minggu (23/06), harga sejumlah bahan pokok merangkak naik hingga 15 persen dari harga sebelumnya. Kenaikan signifikan terjadi pada bahan pokok seperti telur dimana harga telur sebelumnya Rp. 34.000 per baki naik mencapai Rp. 40.000 per baki.

“Kenaikan harga bahan pokok setelah kenaikan BBM itu sudah biasa terjadi, jadi kita tidak perlu heran. Kan bukan cuma bahan pokok saja yang naik, tarif angkot naik pun, itu sudah biasa,” Ujar Deni, pedagang telur di pasar Tradisional Langowan.

Hal yang sama terjadi pada pasar tradisional Remboken, dimana harga minyak kelapa dan gula pasir naik sekitar 10 persen dari harga sebelumnya. Minyak kelapa yang biasanya dijual Rp.10.000 per Kilogram, kini naik hingga Rp.11.000 per Kilogram, sedangkan harga Gula Pasir, naik dari Rp.12.000 per Kilogram menjadi Rp.13.000 per Kilogram.

“Masyarakatkan sudah tahu, kalau BBM naik, harga bahan pun pasti naik. Jika tidak dinaikkan, yang rugi nanti saya,”  tutur Yeti, pedagang di pasar Remboken.

Namun begitu, harga bahan pokok lainnya hingga hari ini terlihat masih stabil, seperti halnya beras. Sejumlah pedagang masih menjual beras dengan harga normal, seperti harga yang dijual sebelum kenaikan BBM. (Jeksen Kewas)

Foto : Para Pedagang di Pasar Tradisional Langowan



Sponsors

Sponsors