Pupuk Langka, Petani Minsel Resah


Amurang, ME

Keresahan kini sedang melanda para petani di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Betapa tidak, sudah beberapa bulan terkahir, para petani di wilayah ini kesulitan mendapatkan pupuk. Mereka mengeluh karena saat ini pupuk seolah menjadi barang langka dan tidak mudah didapatkan.

"Sudah hampir  tiga bulan kita kesulitan mendapatkan pupuk. Kami tidak tahu apa penyebabnya sehingga pupuk langka dipasaran," ungkap Denny, petani asal Desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding, Rabu (30/3).

Sulitnya mendapatkan pupuk, membuat dirinya harus membatasi lahan pertaniannya untuk ditanami.  Padahal sebelumnya terjadi kelangkaan, dia biasa menanam semua lahannya.

"Kami sebagai petani sangat bingung kenapa pupuk ini sangat sulit didapat. Kalaupun ada itu hanya terbatas dan menjadi rebutan para petani. Masalahnya kan semua petani  membutuhkannya," jelasnya.

Kelangkaan pupuk juga dirasakan warga Desa Paslaten Kecamatan Tatapaan. Maikel salah satu petani asal desa tersebut mengatakan terpaksa harus mengunakan pupuk kandang sebagai ganti pupuk bersubsidi yang biasa disiapkan pemerintah.

"Sebagai alternatif kita terpaksa pakai pupuk kandang. Meski tidak maksimal setidaknya bisa membantu walaupun hasil panen tidak seperti menggunakan pupuk kimia," katanya.

Dia berharap pemerintah lewat instansi teknis dapat melihat apa yang keluhan mereka. Karena jika ini dibiarkan akan berdampak pada penghasilan pertanian mereka.

"Pupuk merupakan kebutuhan pokok para petani. Untuk itu kami kami mohon pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian segera memperhatikan masalah ini," ujarnya.

"Kami juga tahu pemerintah daerah punya target dalam pencapaian swasembada pangan. Jadi kami minta pemerintah jangan tutup mata dan segera mencari jalan keluar, agar target pemerintah dalam swasembada pangan dapat terpenuhi," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors