Foto: Julian Philip, korban pembajakan Abu Sayyaf.
Keluarga Julian Philip di Tondano Berharap Secepatnya Ia Dibebaskan
Tondano, ME
Keluarga Julian Philip di Tondano rindu ia kembali ke rumah. Mereka berharap, salah satu ABK kapal Brahma 12 yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada 26 Maret lalu, bisa segera dibebaskan bersama para sandera lainnya. Hal tersebut diungkapkan Femmy Wowor, istri Julian Philip. "Kami kelurga berharap Julian dan teman-temannya bisa secepatnya dibebaskan," pinta Wowor.
Menurut istri korban, terahir bertemu dengan korban pada Desember tahun kemarin dan langsung berangkat ke Banjarmasin untuk bekerja di kapal Brahma sebagai Ceef Officer. "Pada hari minggu lalu, Julian menelpon untuk memberitahukan bahwa kapal mereka dibajak," aku Wowor.
Menurut informasi, para pelaku meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar 14,2 miliar rupiah. Istri Julian menjelaskan, dari informasi yang diterima, pihak perusahan telah bersedia membayar tebusan tersebut sambil menunggu pemerintah untuk bernegosiasi dengan para pembajak.
"Kami keluarga berharap agar para korban bisa secepatnya dibebaskan. Julian saat ini sudah berkeluarga dan mempunyai seorang putra," tuturnya.
Keluarga meminta bantuan doa untuk pembebasan korban penyanderaan. (kelly korengkeng)



































