Foto: Adriana Dondokambey.
Diduga Gunakan Mercury, Legislator Sulut 'Serang' PT MSM
Manado, ME
Eksistensi perusahaan tambang di wilayah Minahasa Utara (Minut) kembali disorot. Kabar berhembus, operasional PT Meares Soputan Mining (MSM) dan Tambang Tondano Nusajaya (TTN) terindikasi menggunakan unsur mercury dalam pengolahan emas. Padahal penggunaan bahan mercury tidak lagi diizinkan dikarenakan berbahaya bagi lingkungan, terutama manusia.
Mendengar informasi tersebut, para penghuni gedung cengkeh langsung bereaksi. Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Adriana Dondokambey mengatakan, seandainya benar kabar tersebut, pihaknya akan segera melakukan tinjauan lapangan. Ditegaskannya, mercury sekarang sudah dilarang penggunaannya. Disebabkan, bahan tersebut bakal merusak lingkungan. “Kalau memang benar ada penggunaan mercury dari perusahaan tambang di Minut, kami akan turun lapangan,” tandas wakil rakyat asal Minut ini.
Lanjutnya, peninjauan yang nantinya akan dilakukan, sekaligus menyelidiki penggunaan alat-alat berat yang tidak pembayaran pajak di perusahan tersebut. “Kami juga akan melihat penggunaan alat-alat berat dari tambang. Kami akan lihat, mengecek langsung di situ. Kami komisi terkait akan menindaklanjutinya,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III, Boy Tumiwa. Dirinya sependapat dengan sikap yang diambil Ketua Komisi III. Baginya, jika memang ada informasi yang jelas dari penyidikan pihak kepolisian maka Komisi III tentunya akan menelusurinya. “Kalau sudah ada informasi yang jelas, tentu saja kami dari Komisi III akan melakukan peninjauan. Apakah memang betul demikian. Kalau ada bukti autentik dari kepolisian tentunya kami akan tindaklanjuti,” ungkap anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Diketahui sebelumnya, informasi tersebut tekuak ketika kepolisian mengungkap kasus kehilangan sianida milik PT MSM yang ditangani Korps Bhayangkara. Berdasarkan hasil pengembangan Polres Minut, ditemukan sianida dan mercury sebagai barang bukti (babuk). Babuk tersebut sudah diamankan di Mapolres Minut. “Memang benar kami sudah mengamankan sianida dan mercury,” kata Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Satria Bimantara. (tim me)



































