Foto: Pembangunan tribun di Lapangan Sparta Tikala Manado.
Wakil Rakyat Desak Polisi Usut Proyek Tribun Sparta
Manado, ME
Badai persoalan mendera mega proyek pembangunan tribun di Lapangan Sparta Tikala Manado. Diduga, proyek berbandrol Rp2.5 Miliar ini, terhenti misterius. Padahal, proses pengerjaannya belum tuntas. Gejala mengangkangi aturan terendus. Polisi didesak turun tangan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado Stenly Tamo, menilai, persoalan terputusnya pengerjaan pembangunan tribun, harus diungkap. Dia mendesak aparat Kepolisian untuk segera menangani persoalan itu. "Komisi kami sudah melakukan penelusuran. Diduga secara administrasi ada masalah hukum di sana, sehingga pantas diselidiki," beber Tamo.
Dia beranggapan, proses pemutusan kontrak dikarenakan keterlambatan penyelesaian pekerjaan, menjadi wacana serius yang perlu diungkap. Bahkan, diakui Ketua Fraksi Hanura, persoalan ini menyembul pasca komisi-nya melakukan peninjauan di lapangan. ”Jadi, mengapa ada pemberhentian di luar kesepakatan dalam perjanjian, jadi titik balik perlu juga ditanyakan ke instansi terkait yakni Pemkot (Pemerintah Kota) Manado. Tapi, sebagai komisi yang berhubungan dengan bidang tersebut, kami sudah dimintakan pimpinan komisi untuk tetap mengadakan hearing dalam pekan ini," kuncinya.
Pembangunan tribun berbandrol Rp2,5 Miliar. Aliran dana berasal dari APBD-P tahun 2015. Berdasarkan informasi, pihak swasta yang melakukan pengerjaan, yakni CV Dwi Karya asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Perusahan ini telah diputus kontrak karena batas pengerjaannya hanya sampai 31 Desember 2015, sementara proses pengerjaan baru berjalan sekitar 60 persen. Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Manado tersebut mulai dikerjakan sejak 15 Oktober 2015 dan jangka waktu kerja hanya 75 hari sesuai kalender.(tim me)



































