Moria Towuntu Gelar Lomba Lampion dan Pondok Paskah


Pasan, ME

Panitia hari raya gerejawi (HRG) yang dikoordinir Komisi Pelayanan Kategorial (Kompelka) Pemuda GMIM Moria Towuntu, mengelar kegiatan lomba lampion dan pondok paskah. Lomba ini digelar dalam rangka menyambut perayaan paskah tahun 2016 yang dipusatkan di lapangan Desa Towuntu Timur dan diikuti 20 kolom.

Kemeriahan dapat terlihat dari antusiasnya para jemaat dalam mempersiapkan lampion dan membangun pondok paskah seindah dan sebaik mungkin agar bisa meraih juara.

"Dengan adanya kegiatan ini, membuat makna paskah semakin terasa bagi jemaat. Selain itu, dengan rangsangan berupa lomba yang digelar ini, jemaat bisa lebih merasakan arti penderitaan Yesus Kristus menebus dosa umat manusia," kata Ketua panitia HRG David Losung kepada wartawan, Senin (21/3).

Dia menjelaskan, mengenai kriteria lomba, bukan hanya dilihat dari bagaimana keindahan dari lampion dan pondok paskah yang dibuat, melainkan pemberian diri dari jemaat kolom yang mengambil bagian dalam kegiatan ini.

"Lomba kali ini bukan hanya melihat dari seberapa mewahnya dan berapa  jumlah uang yang dikeluarkan untuk membuat pondok dan lampion akan tetapi bagaimana kerjasama jemaat, serta turut ambil bagiannya seluruh anggota kolom disaat penilaian," ucapnya.

Selain kegiatan tersebut, Losung mengatakan, panitia juga mengelar pertandingan vollyball, sepak bola mini, lari karung, kupas kelapa serta olahraga tradisional lainnya.

"Kita memang menyiapkan perayaan paskah setiap tahun semakin meriah," tuturnya.

Sementara  itu, ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Moria Towuntu, Jein Kimbal Mangkey, mengharapkan, kegiatan seperti ini harus dilaksanakan setiap tahunnya. Apalagi kegiatan ini menurut dia sebagai bentuk penghayatan warga gereja akan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.

"Ini salah satu ciri bagaimana kita sebagai umat percaya memaknai akan makna paskah yang ada," terang kimbal.

Dirinya juga mengingatkan, dalam perlombaan ini tak menonjolkan kemewahan melainkan keselarasan yang harus diperlihatkan. Karena yang terpenting bagaimana kekompakan dari jemaat yang ada di kolom masing-masing.

"Banyak yang berlomba menampilkan yang paling glamour, namun itu tentu sudah keluar dari makna paskah, yang kita lihat tentu bagaimana jemaat bisa bersatu dibawah komando  pelsus yang ada dimasing-masing kolom,"pesannya.

Untuk Mitra sendiri, semarak paskah memang sudah begitu terlihat, selain jemaat Moria Towuntu ada juga jemaat-jemaat yang lain yang sudah menampilkan ornamen paskah. (robby lumi)



Sponsors

Sponsors