Sejumlah Titik Longsor Tak Kunjung Diperbaiki
Bahayakan Pengguna Jalan
Ratahan, ME
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta untuk memperhatikan sejumlah titik longsor di ruas jalan utama, khususnya dijalur antara Desa Pangu dan Lowu. Pasalnya, sudah berbulan-bulan kondisinya seolah terbiar dan belum ada sentuhan perbaikan.
"Sudah hampir satu tahun ini ada beberapa titik longsor, namun belum ada tanda akan diperbaiki dan terkesan dibiarkan. Ini tentu sangatlah berbahaya bagi para pengguna jalan," ungkap salah satu sopir yang tak ingin namanya ditulis."Kami harap pemerintah dapat memperhatikan ini, sebelum memakan korban jiwa," tambahnya.
Desakan agar beberapa titik longsor tersebut segera diperbaiki juga datang dari ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Mitra, Viddy Ngantung. Dia mengatakan, peran dari pemkab terlebih BPBD harus lebih ditunjukan, apalagi lokasi longsor tersebut sangatlah vital karena bisa memutuskan akses keluar dari Kabupaten Mitra. "Jalan tersebut merupakan akses vital keluar masuk Mitra, jadi harus diperhatikan secara khusus, apalagi titik-titik yang sudah hampir memutuskan badan jalan, itu mempunyai resiko kecelakaan yang sangat tinggi di waktu malam" pungkas ngantung.
Sementara kepala BPBD Mitra, Joppy Mokodaser SH, ketika dimintai keterangan mengatakan, pihaknya baru akan mengusulkan dan berkordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Sulut mengenai titik longsor tersebut. "Kami akan kordinasi dengan provinsi, jika dianggarkan, kami tak akan lagi mengusulkan ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) lewat dana rehab recon" jelas Mokodaser.
Dirinya juga mengatakan, ada empat titik longsor disepanjang jalur tersebut yang sudah diukur dan lewat pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah ditetapkan dalam perencanaan dan anggaran. "Pihak PU dan SDA sudah mengukur lokasi longsor yang terjadi sejak musim penghujan akhir tahun kemarin," ujarnya. (robby lumi)



































