Kasus Pemerkosaan ABG Oleh 15 Laki-Laki Ada Titik Terang


Manado, ME

Dugaan pemerkosaan yang dialami Sanny (19), warga Kecamatan Wenang, Kota Manado, oleh 15 pria di Bolaang Mongondow Utrara (Bolmut), didalami Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut). Titik terang pun mulai didapat begitu kasus ditangani penyidik Polda Sulut.

 

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan secara bergilir itu, penyidik Jatanras Polda Sulut telah mengantongi dua identitas pelaku yang menjemput korban di tempat karaoke Manado."Sudah ada dua yang teridentifikasi, dan kami akan segera meringkus mereka. Saat ini kami sementara meminta keterangan dari korban yakni dua teman perempuan dan dua laki-laki yang menjemput korban," beber penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut yang menangani kasus asusila itu.

 

Selain memeriksa korban, penyidik Subdit Jatanras juga juga memeriksa teman perempuan dan laki-laki yang menjemput korban di tempat karaoke.
Dalam pemeriksaan itu, identitas dua pelaku langsung dikantongi. Sedang, identitas tiga belas pelaku lain masih sementara dikembangkan.

 

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik, membenarkan bahwa pihaknya sedang memburu para pelaku asusila tersebut. "Kasusnya masih didalami untuk memburu para pelaku bejat tersebut. Pastinya para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Damanik.

 

Diketahui, sebelumnya korban bersama orangtuanya, melapor ke Mapolresta Manado, Senin (1/2) lalu dan menceritakan peristiwa yang dialami korban.

 

Di hadapan penyidik, korban mengaku kalau dirinya telah diperkosa 15 lelaki, yang tidak dikenalnya. Dijelaskan korban, perbuatan bejat para pelaku bukan hanya sehari, namun berlangsung selama tiga hari.

 

Dari keterangan korban, aksi pemerkosaan terjadi 24 Januari 2016, di Desa Bolangitang, Bolmut. Saat itu, korban diajak dua rekan perempuannya dan lelaki ke Desa Bolangitang.

 

Begitu tiba di sana, korban malah ditinggal begitu saja oleh teman perempuannya. Akibatnya, korban tak berdaya ketika para pelaku menyetubuhi tubuh korban selama berhari-hari. Efek perbuatan laknat para pelaku tersebut, membuat psikologis korban terganggu. (tim me)



Sponsors

Sponsors