HIV/AIDS Ancam Talaud

Terdeteksi 49 Kasus, 10 di Antaranya Meninggal Dunia


Melonguane, ME

Kabut cemas menghinggapi warga bumi Porodisa. Ancaman virus mematikan, Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), kian menghantui masyarakat yang ada di wilayah perbatasan NKRI tersebut.

 

Data angka pengidap HIV/AIDS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, memperlihatkan gerak menanjak dalam grafik. Peningkatan kasus sangat drastis. Tercatat 49 kasus hingga 2016 ini. 10 di antaranya telah meninggal dunia.

 

Wilayah Beo Raya (Kecamatan Beo, Beo Selatan dan Beo Utara) mengoleksi penderita terbanyak, yakni 12 kasus. Disusul wilayah Essang Raya (Kecamatan Essang dan Kecamatan Selatan) dengan jumlah penderita 9 Kasus.

 

Angka ini akan terus meningkat jika tidak dibarengi perhatian khusus oleh pemerintah dan masyarakat. Kasie Survey Lance dan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, Yuliana Maabuat mengatakan, penyebaran HIV/AIDS di Talaud disebabkan karena perilaku hidup seseorang.

 

"Ada tiga hal yang menyebabkan seseorang terjangkit virus mematikan ini, yakni hubungan seks yang sembarang, transfusi darah dan jarum suntik," ujar Yuliana.

 

Ia pun mengimbau kepada warga Talaud agar lebih mewaspadai penyakit mematikan ini. Yang paling penting adalah untuk yang sudah mempunyai pasangan harus setia kepada pasangannya, jauhi narkoba, dan jangan sekali-kali menggunakan jarum suntik sembarangan. "Sementara untuk di tahun 2016 ini sudah ada 1 kasus yang terdeksi," katanya. (tim me)



Sponsors

Sponsors