Waspadai Penumpang Gelap


Jakarta, ME

Senator yang vokal memperjuangan pemerataan pembangunan di Timur Indonesia, Benny Rhamdani meminta untuk mewaspadai penumpang gelap dalam isu pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB).


"Yang harus diwaspadai adalah dalam setiap isu perjuangan pemekaran selalu tiga kekuatan yang bisa disebut sebagai penumpang gelap dengan cara berpikir sesat," tegasnya.


Penumpang gelap ini adalah oknum birokrat yang ingin mengejar posisi Sekda. Kedua politisi yang ingin mengejar pucuk pimpinan DOB. Ketiga para bandar pemilik modal yang mau mengeluarkan uang berapapapun dengan menumpang di perjungan pemekaran dengan harapan dia menguasai atau mendapat konsesi penguasaan lahan-lahan yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA).


"Kalau penumpang gelap ini masuk, ini akan membahayakan perjuangan murni dari harapan-harapan masyarakat tentang pemekaran yang dimensinya bagaimana rentan kendali pemerintah dalam memberikan pelayanan publik makin pendek, bagaimana percepatan pembangunan dalam konteks menjawab pemerataan, kemudian goalnya kesejahteraan," bebernya.


Untuk itu sebuah imbauan diserukan. Seluruh pejuang DOB diharapkan melepas semua kepentingan pribadi. Meski mengakui ini tidak terjadi di tim-tim pemekaran dari Sulut, tapi ia tetap menyuarakan himbauan waspada.


"Tentu kita berharap semua pihak melepaskan semua kepentingan individu pribadi, galang soliditas kekuatan dan komponen, bersinergi dengan pemerintah daerah kemudian rumuskan format dan langkah-langkah strategis, kemudian semua fokus pada perjuangan pemekaran itu sendiri," imbaunya. (happy karundeng)



Sponsors

Sponsors