Foto: Noldy Lamalo.(Ist)
Import Cengkih Banyak Diminta Pengusaha
Manado, ME
Import cengkih di Indonesia jadi persoalan serius para wakil rakyat Sulawesi Utara (Sulut). Personi DPRD Sulut Komisi II belum lama ini melakukan kunjungan ke pusat untuk melakukan protes terkait masalah import bahan baku tersebut. Alhasil terkuak, ternyata kedatangan cengkih dari luar merupakan permintaan pengusaha.
Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua Komisi II, Noldy Lamalo. Menurutnya, warga Sulut yang melakukan penolakan terhadap import cengkih wajar-wajar saja. “Karena apa, torang pe bahan baku ini ketika dia lagi musim panen, harga ternyata diatur para pengusaha. Ketika dicek benar terjadi regulasi seperti itu,” ungkapnya.
Pabrik rokok menolak melakukan produksi ketika tidak ada barang import cengkih masuk. Apalagi rokok salah satu bahannya adalah tembakau yang banyak perlu didatangkan dari luar. Jika import lebih murah maka pengusaha akan mengambil dari luar. “Sekarang seperti ini import harganya 80, harga sekarang ini di Indonesia 100 lebih, pengusaha ambil dimana. Tapi kita bisa batasi. Ini kan tergantung pasar cengkih sama seperti ikan tergantung pasar. Kita larang kalau ada terlalu lebih,” paparnya.
Ia menjelaskan, petani cengkih di Sulut sebenarnya sedikit. Justru yang banyak pengusaha. “Di Sulut yang berkuasa itu para pengusaha. Jadi Import ini adalah pengusaha-pengusaha yang minta,” ungkapnya. “Jadi sebenarnya import ini sudah dari dulu 2011 dan 2012 bukan nanti sekarang,” tutupnya. (tim me)



































