Foto: Suasana konferensi pers dengan Kepala SMK N 1 Amurang
Bantah Lakukan Pungli, Ini Kata Kepsek SMK N 1 Amurang
Amurang, ME
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Amurang beberapa waktu lalu dihebohkan dengan pungutan liar (Pungli). Dugaan pungli itu terjadi saat akan dilaksanakannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun hal tersebut langsung dibantah Kepala Sekolah (Kepsek) Dientje Sumendap.
Didampinggi ketua komite sekolah, Arke Suoth, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dikpora, Fien Runtuwene dan dari Bagian Hukum Setdakab Minsel, Sumendap menegaskan dalam pelaksanaan try out UNBK tidak ada Pugli yang dilakukan pihak sekolah.
"Yang terjadi tidak seperti yang diberitakan beberapa media. Kita tidak pernah melakukan pungli," tegas Sumendap ketika memberikan klarifikasi kepada wartawan saat jumpa pers, Jumat (11/3).
Dia menjelaskan, sebelum dilakukan try out UNBK, Komite sekolah telah melakukan rapat dengan orang tua murid. Dimana dalam rapat tersebut dibahas banyak kebutuhan siswa kelas 12 yang akan mengikuti ujian harus dipenuhi. Sementara dalam pelaksanaan ujian kebutuhan tersebut tidak dianggarakan.
"Dalam rapat tersebut akhirnya ada keputusan bersama antara orang tua untuk mengumpulkan uang sebesar Rp.225 ribu untuk keperluan kebutuhan siswa saat UNBK. Tapi dengan catatan kepada orang tua wali yang tidak mampu tidak dipaksakan," jelasnya.
Dia kembali tegaskan dalam rapat tersebut tidak ada unsur paksaan malah yang terjadi orang tua muridlah yang berinisiatif mengusulkan untuk mengumpulkan uang.
"Waktu itu kebutuhan sangat mendesak, orang tua juga takut kalau anak mereka tidak ikut ujian makanya ada kesepakatan orang tua dan komite. Itu semua untuk dilakukan agar try out UNBK dapat berjalan. Tapi karena dana BOS sudah ada, kita pihak sekolah sudah mengembalikan uang tersebut," jelasnya lagi.
Untuk pengadaan head set dia juga mengatakan sebenarnya sudah disampaikan kepada orang tua agar mereka sendiri yang membelinya. Tapi oleh orang tua dipercayakan kepada sekolah yang membelinya.
"Head set bukan milik sekolah, tapi ketika selesai dipakai, itu dikembalikan kepada anak-anak," akunya.
Dengan adanya klarifikasi ini dia berharap tidak ada lagi pemberitaan yang menyudutkan, karena itu menurut dia akan berdampak pada pelaksanaan UNBK nanti.
"Sebenarnya ini hanya miss komunikasi saja. Saya berharap hal ini jadi pelajaran dan kedepan masalah miss komunikasi seperti ini tidak akan terjadi lagi," tukasnya. (jerry sumarauw)



































