Foto: Ilustrasi.
Kekerasan Perempuan dan Anak 'Menggila' di Mitra
Ratahan, ME
Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) memprihatinkan. Data yang tertera di grafik kasus tahun 2015 memperlihatkan gerak naik.
Seiring dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mitra, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) diminta untuk lebih meningkatkan kinerjanya.
Diketahui, pada tahun 2015 lalu, ada 47 kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan. Sementara di awal tahun ini, data di BP3A Mitra sudah terdapat tiga laporan kasus kekerasan.
Ketua Forum Perduli Pembangunan Mitra (FPPM), Regen Pantow menilai, BP3A dengan berbagai program sosialisasi masalah kekerasan perempuan dan anak, tidak membuahkan hasil. “Program yang dijalankan BP3A Mitra selama tahun 2015 terkesan gagal. Ini terlihat dari tingginya data kasus kekerasan perempuan dan anak di Mitra,” semprot Pantow.
Menurutnya, jika BP3A berhasil dengan program yang telah dilakukan selama tahun 2015, tentu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak akan sebanyak itu. “Bisa jadi kegiatan yang dilakukan BP3A tidak sampai ke masyarakat bawah. Kalau itu tersosialisasi dengan baik, pastinya angka kekerasan tidak setinggi itu,” sebut Ketua KNPI Kecamatan Touluaan Selatan ini.
Lembaga berkompeten itu pun diminta lebih serius menjalankan program sosialisasi yang ada. Diyakini, keseriusan itu bisa berdampak positif bagi usaha menekan angka kekerasan perempuan dan anak di Mitra. (tim me)



































