Masyarakat Sulut Dirugikan

Import Cengkih Sudah Sejak 2012


Manado, ME

Terkait dengan adanya import cengkih yang masuk ke Indonesia, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan protes ke pemerintah pusat. Mereka menemui Kementerian Perekonomian bermaksud meminta segara menuntaskan import di Indonesia. Namun perjuangan tersebut masih belum membuahkan hasil.

 

Anggota Komisi II, Teddy Kumaat mengungkapkan, ketika mereka melakukan kunjungan ke Menteri Perekonomian belum ada jawaban pasti. Dikarenakan, persoalan tersebut masih akan dibicarakan lagi dengan instansi terkait lainnya. “Masih akan dibicarakan dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian,” paparnya.

 

Dirinya mengatakan, sebenarnya selama ini ternyata setiap tahun ada import cengkeh. Import ini sudah berlangsung sejak tahun 2012. “Ternyata import cengkih sudah tahun 2012,” tukasnya.

 

Ia menegaskan, import cengkih jelas sangat merugikan masyarakat petani cengkih apalagi di Sulut. Disebabakan, dari fakta yang ada, import terus berlangsung sementara harga cengkih digenjot. “Kita melihat karena ini sudah data empiris setiap tahun ada import ternyata harga cengkih naik terus. Ini sangat merugikan masyarakat,” paparnya.

 

Diharapkannya, import cengkeh ditutup sehingga cengkeh lokal itu akan lebih naik lagi. Apalagi masyarkat Sulut sangat terkenal dengan komoditi cengkehnya yang sangat berkualitas. “Kami Komisi II tetap akan mengawalnya,” tutupnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors