Foto: Kristovorus Decky Palinggi.
Banggar 'Serang' TAPD Pemprov Sulut
Manado, ME
Iven nasional, Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Politeknik se-Indonesia yang akan digelar di Sulawesi Utara (Sulut), dituding tak mendapat dukungan dari para wakil rakyat di 'Gedung Cengkeh' dan top eksekutif 'Gedung putih'. Salah satu bukti konkrit, anggaran hajatan prestisius yang seharusnya tertata di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut ini, justru 'menguap'.
'Borok' itu diungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal tanah Toar Lumimuut, Djendri Keintjem. Kepada Media Sulut, Legislator yang mengganti posisi Olly Dondokambey di parlemen senayan ini mengaku menyesali kondisi ini.
"Dana Porseni Politeknik itu hilang dari APBD. Saya bilang menyesal saya, komisi empat (DPRD Sulut) gak itu (mengupayakan dana ini masuk), karena ini program nasional," sesal Djendri di Jakarta.
Padahal, perhelatan nasional itu bisa jadi ajang pembuktian Sulut sebagai daerah Meeting Incentive Conference dan Exhibition (MICE). Pasalnya, acara ini akan menarik pengunjung sekira 8.000 orang. Jika berjalan baik, tentu akan mempersolek citra Sulut. Tapi jika tidak maka akan jadi bumerang.
Tudingan penghuni gedung Senayan itu ditampik wakil rakyat di DPRD Sulut. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut mengakui tidak pernah membahas anggaran kegiatan itu. 'Bola panas' pun didorong ke top eksekutif Sulut.
Anggota Banggar DPRD Sulut, Kristovorus Decky Palinggi mengungkapkan, pengusulan untuk menganggarkan kegiatan ini tergantung dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut. Pada saat pengusulan agar dibahas dalam rapat, hal itu tidak dimasukkan. “Jadi saat pengusulan untuk dibahasa di DPRD itu tidak masuk,” ungkapnya.
Menurutnya, kalau anggaran untuk kegiatan itu ada, pihaknya justru mempertanyakan ke mana dananya. Seharusnya itu dimasukkan dalam pembahasan sebelumnya. “Itu mungkin TAPD tidak kasih masuk. Kalaupun ada, kemana dananya. Sedangkan di pembahasan juga tidak ada. Kalau memang ada, ini menjelaskan berarti ada dana susupan yang gampang sekali digelapkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, personil DPR RI Djendri Keintjem mengungkapkan, setelah mengetahui kondisi itu, dirinya langsung berupaya melobi Kemenpora agar bisa mengakses dana untuk membantu kegiatan tersebut. "Saya sudah ke Kemenpora, sudah bertemu dengan beberapa orang penting di situ. Kita sudah bahas terkait Porseni Politeknik di Manado," aku Kentjem.
Setelah pertemuan itu, hasilnya positif. Kemenpora siap menutupi 'borok' yang bisa membuat wajah Sulut tercoreng. Sekitar 1,5 miliar rupiah siap ditalangi Kemenpora.
Di sisi lain, perjuangan tidak bisa sampai di situ. Pemprov Sulut yang baru diminta tidak tinggal diam. "Tapi saya juga minta Pemprov buat pergeseran," tegasnya.
Pemprov diminta melakukan kebijakan anggaran di APBD. Salah satunya menggunakan pos dana pimpinan daerah, untuk membantu agar ajang olahraga para tulang punggung bangsa ini bisa terlaksana dengan baik. "Biar hanya ambil dari pos kepala daerah dan wakil kepala daerah, nanti diganti di APBDP kan bisa," jelasnya. (tim me)



































