Warga Bolsel Siapkan 'Sholat Gerhana Matahari'

Di Wilayah Sulut, Posigadan Alami Kontak Pertama


Bolaang Uki, ME

Fenomena alam luar biasa bakal menyapa bumi, Rabu (9/3). Gerhana Matahari Total akan terjadi di Samudra Hindia dan berakhir di Lautan Pasifik. Wilayah nyiur melambai sendiri akan kebagian 83,4 sampai 99,5 persen. Menariknya, Posigadan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akan mengalami kontak pertama gerhana matahari sebagian ini. Berbagai agenda menarik pun disiapkan pemerintah, termasuk 'Sholat Gerhana Matahari'.

Indonesia adalah satu-satunya negara yang bisa menikmati Gerhana Matahari Total, yang bakal melintasi 12 provinsi. Di antaranya, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara.

Walau demikian, di provinsi lainnya masih bisa menikmati gerhana matahari walau tidak total, termasuk di Sulut. Terutama di wilayah Bolsel, Kecamatan Posigadan.

Menurut salah satu staf operasional BMKG Stasiun Geofisika Manado, Christine Tulangouw, magnitudo luasan matahari yang tertutup bulan di langit Sulut bervariasi, yakni di kisaran antara 83,4 persen. Di wilayah Miangas, Talaud hingga 99,5 persen dan di Posigadan akan mengalami kontak pertama gerhana matahari sebagian ini.

Melihat fenomena alam ini, Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu, mengimbau agar warga melakukan Sholat Gerhana Matahari. Bupati telah meminta Pemerintah Kecamatan Posigadan mempersiapkan pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari ini.

"Nanti pada saat terjadi gerhana kita sama-sama Sholat di Posigadan," tutur Mayulu, kemarin.

Ini adalah fenomena alam yang perlu disikapi bersama. Sebab, Gerhana Matahari total akan bisa disaksikan lagi 26 tahun depan. Fenomena ini akan kembali terjadi di Indonesia pada 20 April 2042 dan September 2053. Namun, wilayah Indonesia akan dilintasi Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total secara bersamaan pada 20 April 2023 dan November 2049. Gerhana Matahari total sudah beberapa kali terjadi di Indonesia sebelum 2016, yaitu 11 Juni 1983, 22 November 1984, 18 Maret 1988, 24 Oktober 1995.


Menurut salah satu warga Bolsel, Ibrahim Yusuf, ini fenomena alam yang langkah, proses alam yang terjadi. Kemungkinan, banyak warga yang akan datang dan tentunya daerah Bolsel akan lebih banyak mengenalnya.

"Mari sama-sama kita saksikan proses alam ini dengan ungkapan syukur," tutur Ibrahim.

Camat Posigadan, Kasman Djauhari mengatakan, pemerintah kecamatan siap melaksanakan Sholat Gerhana Matahari. Secara teknis, akan dipersiapkan.

"Kita siap untuk sama-sama melaksanakan Sholat Gerhana-nya," singkat Kasman. (eskolano)



Sponsors

Sponsors