LMI Desak DPRD Sulut Buat Perda Budaya


Manado, ME

Ratusan massa organisasi masyarakat (ormas) yang bergelut di kebudayaan, duduki gedung cengkeh, akhir pekan lalu. Massa ini tergabung dalam Laskar Manguni Indonesia (LMI). Mereka dijamu beberapa personil anggota dewan dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Andrei Angouw, di Ruang Rapat Paripurna.

 

Maksud kedatangan rombongan itu, untuk menyampaikan usulan Perturan Daerah (Perda) Budaya. Dimpinan Hany Pantouw sebagai Tonaas Wangko LMI, bersama 250 pengurus inti. Mereka membawa naskah akademik yang disusun LMI sebagai pertimbangan untuk pembuatan Perda.

 

Pantouw mengungkapkan, Sulut memiliki keanekaragaman budaya namun kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Baginya ciri telah tergantikan dan lebih kepada budaya asing. Kekhasannya mulai menghilang.  “Masyarakat Sulut telah memalukan dan menenggelamkan budaya daerah sendiri," ujar Pantouw.

 

Salah satu personil organisasi tersebut, Stendy Rondonuwu mengungkapkan, kebudayaan Sulut harus terus diperkuat. Jika tidak dilestarikan lama-kelamaan akan menghilang. “Kami meminta agar perda ini segera dibuat sehingga budaya Minahasa  tetap terjaga,” ungkapnya.

 

Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw mengatakan, akan maembawa aspirasi tersebut di dalam pertemuan dewan. Hal itu akan dibicarakan dalam Badan Legislasi (Baleg). “Semuanya ada tahapan. Aspirasi yang disampaikan kami terima. Kamudian akan dibahas bersama anggota dewan. Kita akan membicarakannya di Baleg,” ungkap Angouw. 

 

Demikian pula halnya dengan Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang yang secara tegas meminta agar pimpinan dewan segera memberikan perhatian terhadap usulan positif ini. Mekanisme harus jalan sejak dimasukannya usulan. “Ini harus berproses sehingga dalam jangka waktu 6 bulan ke depan Sulut telah memiliki Perda Ornamen daerah," tukas Mewengkang.

 

Sementara, anggota Komisi I Rocky Wowor berharap usulan itu akan menjadi embrio penegakan identitas kebudayaan daerah. Dikarenakan, ketika berkunjung ke beberapa daerah lain, gedung perkantoran pemerintah dan swasta penuh ornamen daerah provinsi tersebut. “Berdiri megah sejak memasuki pelataran perkantoran sampai kebagian dalamnya, mengapa Sulut tidak bisa," lugas Wowor.

 

Wakil Rakyat Sulut yang hadir saat itu menyambut rombongan LMI ialah Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Ketua Komisi I Ferdinan Mewengkang dengan anggotanya Julius Jems Tuuk dan Rocky Wowor serta Fanny Legoh dari Komisi IV. (tim me)



Sponsors

Sponsors