Foto: Djendri Keintjem.(Ist)
Kemenpora Tutupi 'Borok' Deprov Sulut
Dana Porseni Politeknik di APBD 'Menguap'
Jakarta, ME
Bumi Nyiur Melambai diakui berpotensi besar menjadi destinasi wisata Meeting Incentive Conference dan Exhibition (MICE). Namun, penguasa Utara Celebes terkesan menutup mata dengan perhelatan nasional.
Salah satunya Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Politeknik. Dimana, Kampus Politeknik Negeri Manado dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan mahasiswa politeknik se-Indonesia ini.
Salah satu bukti konkret adalah anggaran hajatan nasional yang seharusnya tertata di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) ini, justru 'menguap'.
'Borok' itu diungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal tanah Toar Lumimuut, Djendri Keintjem. Kepada media ini, Legislator yang mengganti posisi Olly Dondokambey di parlemen senayan ini mengaku menyesali kondisi ini. "Dana Porseni Politeknik itu hilang dari APBD. Saya bilang menyesal saya, komisi empat (DPRD Sulut) gak itu (mengupayakan dana ini masuk), karena ini program nasional," sesal Djendri di Jakarta.
Perhelatan nasional itu bisa jadi ajang pembuktian Sulut sebagai daerah MICE. Pasalnya, acara ini akan menarik pengunjung sekira 8.000 orang. Jika berjalan baik, tentu akan mempersolek citra Sulut. Tapi jika tidak maka akan jadi bumerang. "Sulut nanti kan akan kedatangan delapan ribu orang. Multiplayer effectnya daerah yang terima bukan Politekniknya. Ini bukan acara Universitas atau Perguruan tinggi swasta, ini negeri," katanya.
Kegelisahannya ini dipantik dorongan mahasiswa kala ia membawakan acara sosalisasi empat pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kota Tinutuan, baru-baru ini. "Mahasiswa juga ikut minta saya untuk membantu membawa proposal ke Kemenpora," jelasnya.
Saat kembali ke Ibukota, Djendri langsung menggunakan legal standingnya sebagai Legislator untuk berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). "Saya sudah ke Kemenpora, sudah bertemu dengan bebebrapa orang penting di situ. Kita sudah bahas terkait Porseni Politeknik di Manado. Ternyata, dana yang seharusnya sudah tertata di sana, juga hilang. Kan panitia, direktur dan DPRD sudah pernah ke sini," jelasnya.
Tapi, usahanya tidak terhenti. Upaya lobi terus digencarkan kader 'Banteng Moncong Putih' ini. Dan setelah pertemuan itu, hasilnya positif. Kemenpora siap menutupi 'borok' yang bisa membuat wajah Sulut tercoreng. "Saya mohon tolong dibantulah. Dan positif Kemenpora akan membantu menutupi selisih anggaran yang dibutuhkan panitia. Tidak banyak, hanya sekitar 1,5 miliar rupiah. Kalau ukuran Departemen itu kan kecil," jelasnya.
"Saya sangat yakin akan ada bantuan dari Kemenpora. Saya anggap saya berhasil lobi di sana," sambungnya.
Di sisi lain, perjuangan tidak bisa sampai di situ. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang baru, di bawah komando rekan separtainya Olly Dondokambey, diminta tidak tinggal diam. "Tapi saya juga minta Pemprov buat pergeseran," tegasnya.
Pemprov diminta melakukan kebijakan anggaran di APBD. Salah satunya menggunakan pos dana pimpinan daerah, untuk membantu agar ajang olahraga para tulang punggung bangsa ini bisa terlaksana dengan baik. "Biar hanya ambil dari pos kepala daerah dan wakil kepala daerah, nanti diganti di APBDP kan bisa," jelasnya.
Sebagai orang yang juga pernah berkantor di Parlemen Sulut, Djendri mengaku tahu cara mengakali anggaran untuk hal yang lebih penting. Terlebih pos untuk Kepala Daerah. "Saya pernah di DPRD sana. Jadi saya tahu pos dana dimana yang bisa ditarik. Soal ini memang sulit jika menggunakan pos dana dari dinas-dinas. Ambil saja dari operasional Gubernur kan Juni-Juli sudah ada APBDP," katanya.
Akan sangat disesali jika even ini tidak terlaksana karena persoalan anggaran yang bukan tidak ada. Pasalnya even ini akan memperburuk citra pemimpin baru Sulut "Soalnya kasihan perguruan tinggi ini, jika acara di sana tidak sukses. Kalau jelek kan yang terbawa nama pemerintah daerah nya juga," keluhnya.
Bantuan dari Kemenpora itu dianggap hampir 100 persen, karena upaya lobi dilakukan ke sejumlah pengambil keputusan Kementerian yang dipimpin Imam Nahrawi itu. "Sekali lagi saya tekankan. Saya yakin 99 persen Kemenpora akan bantu dana untuk Porseni Politeknik. Yah, katakanlah 1 M sampai 1,5 M pasti panitia di sana agak lega. Cukup lah untuk itu," tegasnya.
"Apalagi pak Olly itu ketua Koni, pasti bisa. Jadi saya sangat yakin. Karena suara itu keluar dari beberapa orang pengambil keputusan di Kemenpora," tutupnya. (happy karundeng)



































