Laka Maut Terjadi di Jalan Lingkar Danau Tondano


Tondano, ME

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan lingkar Danau Tondano. Kali ini dialami oleh Iswandi Juwani (22), warga Desa Limbo Maluku Utara, mahasiswa Unsrat. Dirinya harus meregang nyawa lantaran mengalami kecelakaan tunggal di jalan Urongo Kecamatan Tondano Selatan. Peristiwa itu dialami korban bersama rekannya, Ardon Sope (26), warga Minton Maluku Utara, Minggu (6/3), sekitar pukul 14.30 Wita.

 

Yandi Subang, salah satu rekan korban mengatakan, korban awalnya dibonceng oleh temannya Ardon Sope (26), mengendarai motor vixion. Mereka hendak pulang dari Remboken ke Manado bersama dua temannya lagi yang mengendarai motor beat. ”Kami sudah hendak ke Manado. Saya dan teman naik motor beat, dan mereka berdua (korban) naik motor milik saya yaitu vixion. Kami jalan duluan, mereka berdua jalan di belakang,” jelas Yandi.

 

“Namun saat saya dengar teman yang bawa vixion gas-gas tinggi, akhirnya saya bilang ke teman yang saya bonceng untuk suruh berhenti dan ganti motor,” jelasnya.

 

Akhirnya, Yandi dan temannya tersebut naik motor vixion, sedangkan korban naik motor beat. Mereka berhenti dan tukar motor, namun posisi Yandi dan temannya tetap di depan. ”Kami duluan dan beberapa lama kemudian kami berhenti dan teman kami itu tidak kunjung lewat. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali dan dalam perjalanan kami lihat ada orang berkerumun, di seputaran Kelurahan Urongo Kecamatan Tondano Selatan. Setelah mengecek ke sejumlah warga yang berkerumun, ternyata itu adalah teman kami yang celaka,” jelas dia.

 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Minahasa, AKP Risno Luas, ketika dikonfirmasi menjelaskan kronologi kejadian. Kecelakaan terjadi akibat hilangnya kendali lantaran pengendara diduga masih mabuk usai mengkonsumsi minuman keras. ”Dari hasil olah TKP, korban mengendarai motor dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam,” jelasnya.

 

Tiba di tikungan, pengendara hilang kendali ke arah kiri jalan dan menabrak batu yang besar di pinggir jalan. ”Mereka kemudian terlempar, akibatnya satu korban Iswandi Jawani meninggal dunia lantaran kepalanya terbentur batu besar. Sementara, pengendara motor, Ardon Sope hanya mengalami patah kaki kiri,” jelas dia.

 

Jenazah Iswandi kemudian dibawa ke ruang jenazah RS Sam Ratulangie Tondano, sementara Ardon dimasukkan ke ruang darurat untuk mendapatkan perawatan. “Kami sudah melakukan olah TKP dan barang bukti motor beat orange sudah diamankan ke Polres Minahasa,“ ucapnya.

 

Hingga saat ini, jenazah Iswadi masih berada di ruang jenazah RS Samrat Tondano sambil menunggu keluarga. Rencananya jenazah akan dibawa ke kampung halaman. Sementara korban yang mengalami patah kaki hingga saat ini masih berada di ruang ICU rumah sakit Sam Ratulangie Tondano bersama beberapa kerabatnya. (kelly korengkeng)



Sponsors

Sponsors