Polres Minahasa Gelar Oprasi Simpatik 2016


Tondano, ME

Bertempat di halaman Mapolres Minahasa, Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor memimpin pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Sdimpatik tahun 2016 di wilayah hukum Polres Minahasa. Apel ini diikuti para anggota polisi, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa. Dalam apel ini Kapolres Minahasa melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang akan digunakan serta kesiapan para angggota dalam menjalankan oprasi simpatik tahun ini.

 

Kapolres minahasa saat membacakan sambutan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs Condro Kirono M.M .M.Hum mengatakan, konsep rencana Oprasi Simpatik 2016 adalah optimalisasi penerapan kawasan tertib lalu lintas (KTL) guna menciptakan lokasi pengguna jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta penguna jalan, dalam rangka menciptakan kamseltibcar lantas.

 

"Kawasan tertib lalu lintas sebagai wujud disiplin dan mentaati dalam berlalu lintas di lapangan melalui penetapan kawasan/koridor/penguna jalan tertentu sebagai percontohan tertib lalu lintas secara berkesinambungan," terang Kapolres.

 

Operasi Simpatik tahun 2016 ini memfokuskan pada kawasan tertib berlalu lintas dan menetapkan indikator keberhasilan serta kinerja petugas pada lokasi tersebut. Di antaranya, jalan dan perlengkapannya, seperti rambu rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat pengendali dan pengaman pemakai jalan serta fasilitas penunjang seperti halte dan jpo/zebra cros.

 

Kedua, petugas kawasan tertib lalu lintas pro aktif dalam melaksanakan kegiatan penerangan penyuluhan, peneguran, penindakan dan pengawasan pengendalian lalu lintas secara konsisten sesui perundang- undangan. Tiga, kawasan tertib berlalu lintas di harapkan adanya perubahan dan semakin berkembang pengal jalannya sehingga ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas pada ahirnya dapat meningkatkan citra polisi.

 

Keempat, kawasan tertib berlalulintas secara terpadu dan terprogram serta terangafkan di daerah masing masing yang didukung oleh pemerintah daerah maupun masyarakat secara luas. Kelima, adanya perubahan tidak terjadi pelangaran, kecelakaan dan kemacetan serta kesemerawutan pada kawasan tertib berlalu lintas. Keenam, indikator keberhasilan dan kerja kawasan tertib berlalu lintas dapat memberikan nuasa positif sehingga manfaat seluruh penguna jalan dan masyarakat lainnya.

 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Minahasa, AKP Risno Luas mengatakan, untuk wilayah Minahasa, kawasan tertib berlalu lintas ditetapkan di 3 titik, yakni ruas jalan sepanjang monumen patung Korengkeng sampai tugu monas, tepatnya di ruas jalan Sam Ratulangie Tondano. " Bundaran Tataaran hingga depan Bank BRI Tataaran dan ruas jalan di depan Mapolres Minahasa," papar Luas.

 

"Sementara untuk waktu pelaksanaan, 1 Maret hingga 21 Maret," jelasnya.

 

Kasat Lantas menambahakan, dalam operasi ini ditetapkan pola 40% pencegahan dan 40% pembinaan dan 20 % penindakan. Dalam kesempatan ini, Kasat Lantas juga menghimbau kepada para penguna jalan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara, guna menghindari hal hal yang tidak diingginkan di jalan raya.(kelly korengkeng)



Sponsors

Sponsors