Petugas Retribusi Parkir Dishub Ala Preman
Tondano, ME
Kinerja petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Minahasa yang bertugas untuk melakukan pemungutan retribusi parkir diarea pertokoan Langowan, menuai sorotan. Sejumlah warga menilai, sikap kasar yang ditunjukkan petugas penagih retribusi parkir tersebut, lebih mirip preman pemalak.
Penilaian tersebut bukannya tidak beralasan. Pasalnya, ada beberapa warga menjadi korban dari sikap kasar dan tidak sopan yang dilakukan oleh petugas parkir tersebut saat melakukan tagihan biaya parkir. Melky Soriton (29), contohnya, seorang warga yang pernah berbelanja diarea pertokoan Langowan, mengeluhkan sikap kasar dari oknum petugas yang menagih retribusi parkir diarea tersebut.
“Kan biaya parkir umumnya ditagih kalu kendaraan somo pigi. Ini kita baru sampe dia so datang batagih. Kita bilang nanti kase jo kalu somo pigi, dia cuma bamarah pa kita. Ini petugas ato preman pemalak,“ tuturnya.
Dia juga mengatakan, hal tersebut sudah sering terjadi dan bukan baru sekali itu saja terjadi. Bahkan menurutnya, beberapa teman-temannya juga mengeluhkan hal yang sama.
“Kita pernah cerita pa kita pe tamang-tamang laeng, kong dorang bilang, dorang le banyak kali dia ja kasar akang bagitu. Dia kira sto kwa torang nda mo baya pa dia,” ujarnya.
Lanjut, dia mengharapkan, kepala Dinas Perhubungan agar memperhatikan hal ini dan memberikan pembinaan kepada petugas Dishub, khususnya petugas pemungut retribusi parkir, yang kasar dan kurang sopan kepada masyarakat dalam menjalankan tugasnya. (Jeksen Kewas)
Foto : Petugas Dishub Yang Berada di Area Pertokoan Langowan



































