Foto: Mobnas Bupati Bolsel jenis Toyota Avansa.
Tampil Sederhana, H2M 'Setia' Dengan Mobnas Avansa
Manado, ME
Sebuah pemandangan menarik tersaji usai pelantikan lima kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada serentak di Graha Gubernuran, Kamis (17/2).
Suasana agak berbeda itu terlihat takala semua bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota akan menaiki mobil dinas masing-masing. Ada yang menaki Toyota Camry, Fortuner. Tiba-tiba ratusan pasang mata terseret ke salah satu mobil dinas bupati berwarna hitam jenis Toyota Avansa. Kendaraan yang ditumpangi Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hj Herson Mayulu (H2M).
Pada umumnya tak biasa seorang pejabat memakai mobil dinas yang tak sesuai standar bagi seorang pejabat. Undangan yang melihatnya pun dibuat heran berdecak kagum. "Ini baru yang namanya pejabat tampil sederhana," tutur salah satu tamu undangan sambil tersenyum.
Mobil buatan tahun 2010 berplat nomor polisi DB 1 P itu bukan kali pertama dipakai saat pelantikan namun sudah sejak lima tahun lalu. Di periode pertama Papa Ven, sapaan akrab H2M, menjabat sebagai bupati sudah menggunakan mobil Avansa itu. Saat pelantikan periode kedua sebagai bupati, politisi PDIP ini terlihat konsisten menggunakan Avanza sebagai kendaraan untuk menunjang kerjanya sebagai bupati.
Diketahui, di saat pembahasan APBD 2016 Bolsel akhir tahun lalu, secara tegas dirinya menolak pengadaan mobil baru. Menurutnya, mobil yang dipakainya masih layak digunakan. "Karena anggaran untuk pembelian mobil dinas baru lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," tutur Papa Ven.
Tak heran di depan khalayak yang sebagian besar pejabat di lima daerah yang kepala daerahnya dilantik, suami dari Hj Muslimah Mayulu Mongilong ini terlihat tak canggung karena sudah terbiasa dan akrab dengan mobil dinasnya.
Pemandangan kontras justru dengan wakilnya yang terlihat menggunakan mobil dinas Toyota Fortuner. Namun bagi Papa Ven, tak jadi soal karena dirinya tetap nyaman dengan Avansa.
Tidak hanya itu, di saat dalam perjalanannya, Mayulu kerap memanfaatkan waktunya untuk membaca Alquran di dalam mobil dinasnya. Seperti diungkapkan sang sopir yang setia menemaninya, Gusri Mokoagow. Menurutnya, selama menjadi sopir bupati, sosok pemimpin sederhana ini selalu menafaatkan waktu luangnya, termasuk di dalam mobil membaca buku-buku agama. "Termasuk Alquran juga," ungkap Gus, sapaan akrabnya.
Sikap keserhanaan ini patut menjadi contoh bagi pemimpin di negeri ini. Ternyata masih ada pemimpin yang memiliki empati dengan kesederhanaan. Menurut salah satu warga Bolsel, Bambang Bilandato, H2M merupakan sosok pemimpin yang memiliki karakter seperti yang memang patut memimpin Bolsel. "Kami bangga dengan beliau," tutur Bambang singkat.
Bagi sebagian orang, ini mungkin adalah pencitraan. Namun, menurut Papa Ven, ia memang selalu ingin tampil di depan publik apa adanya. Tak heran saat Pilkada lalu, dirinya bersama pasangan Iskandar Kamaru unggul jauh dengan pesaingnya. Bahkan di kepemimpinan periode kedua, selain menginginkan seluruh jajaran pemerintah untuk bisa mewujudkan pemerintahan yang benar-benar untuk rakyat, sebagai pemegang 'mapatu' PDIP Bolsel, anggota fraksi PDIP di DPRD sudah diperintahkannya untuk sering turun ke masyarakat agar bisa mendengar keluh kesah dan aspirasi masyarakat. Termasuk mewajibkan semua anggota fraksi PDIP yang berjumlah delapan orang untuk piket secara bergiliran di Sekretariat DPC PDIP. "Karena itu salah upaya mewujudkan program Nawacita," jelasnya.
"Pemerintahan sekarang, mulai dari Presiden Gubernur dan bupati harus mampu mewujudkan Nawacita, pemerintahan rakyat," kuncinya. (tim me)



































