Foto: Suasana Pelantikan.
''Tepis Politik Dinasti, OD Nasionalis Sejati''
Ketua Dewan Khonghucu Pertama di Indonesia Dilantik
Manado, ME
Pemegang 'mapatu' gedung cengkeh resmi dilantik. Kader banteng moncong putih, Andrei Angouw, disahkan sebagai pemimpin para legislator pembawa amanah rakyat bumi nyiur melambai. Berbagai pujian menggema. Apresiasi pun ikut menyasar sang kreator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey (OD), yang kini menduduki kursi Gubernur Sulut.
Selasa (16/2), Andrei Angouw resmi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Mabruq Nur, SH MH, mengambil sumpah dan janji kepada ketua dewan yang baru itu dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut, yang digelar di ruang sidang utama kantor dewan Sulut.
Direktur Jendral (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soni Sumarsono, mengaku bangga karena hanya di Sulut satu-satunya Ketua DPRD beragama Konghucu.
“Hari ini saya berbahagia sebagai Dirjen Otonomi Daerah ketika menjadi Penjabat Gubernur Sulut menyampaikan usulan SK (Surat Keterangan) Ketua DPRD hasil sidang paripurna 4 Februari 2016 lalu dan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri,” ungkap Sumarsono.
Menurutnya, inilah SK pertama tercepat terbit, hanya dalam waktu lima hari. “Tidak ada proses SK ketua dewan terbit lima hari. Biasanya 14 hari. Itu SOP Mendagri tapi untuk Sulut hebat, lima hari boleh jadi. Makin cepat makin baik,” jelas Sumarsono.
Pada rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, mantan Penjabat Gubernur Sulut ini mengungkapkan kebanggaannya atas dilantiknya Andrei Angouw yang beragama Konghuchu. Ini membuktikan keberagaman masyarakat Sulut berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika.
“Saya juga merasa sangat berbahagia kerena hari ini dilantik Ketua DPRD provinsi satu-satunya di Indonesia yang beragama Konghuchu. Inilah kehebatan Sulawesi Utara. Sulut Hebat! Ini menjadi contoh tamansari Indonesia yang beraneka ragam tapi kita tetap satu,” ujar Sumarsono
Saat mengambil alih palu sidang rapat paripurna istimewa, Andrei Angouw mengungkapkan, baginya menjadi Ketua DPRD merupakan tanggung jawab yang lebih besar. “Saya melihat kondisi saya ini sebagai tanggung jawab besar. Saya melihat posisi saya ini sebagai tanggung jawab yang harus saya buktikan kepada partai saya dan terutama kepada masyarakat Sulut,” pungkasnya.
Angouw menandaskan, tanggung jawab ini akan dilaksanakan sebaik-baiknya, demi terwujudnya aspirasi rakyat dan kemajuan daerah.
Sementara, Gubernur Olly Dondokambey menegaskan, kehadirannya bersama Wagub Steven Kandouw dalam rapat paripurna ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada DRPD sebagai mitra kerja di Sulut.
"Kami mengharapkan, ke depanya di bawah kepemimpinan Andre Angouw, DPRD dapat bekerja lebih optimal sehingga aspirasi rakyat dapat terpenuhi, menuju Sulut lebih baik," tutur Gubernur Olly.
Berbagai apresiasi mengalir bagi Ketua DPRD yang baru, Andrei Angouw, Soni Sumarsono yang telah memimpin Sulut dengan luar biasa dan bagi Gubernur yang baru Olly Dondokambey.
"Harus kita akui, Olly Dondokambey itu orang yang luar biasa. Kalu dia mau, Ketua dewan Sulut itu saudaranya, sesuai info yang beredar waktu lalu. Namun karena kebijaksanaannya, kecintaannya kepada PDIP, itu tidak terjadi. Itu berarti Olly mau membuktikan bahwa ia tak merestui adanya politik dinasti," ungkap pengamat politik pemerintahan Sulut, Andrey Tandiapa, usai acara pelantikan digelar.
"Terpenting Olly membuktikan sebagai seorang nasionalis sejati. Ia mendukung Andrei Angouw sebagai ketua dewan tanpa melihat embel-embel agama. Tapi lebih melihat kemampuan, pengalaman dan dedikasi seorang kader bagi PDIP. Ini juga menegaskan PDIP benar-benar sebagai partai nasionalis," sambung Tandiapa. (tim me)



































