‘Money Politic’ Rusak Tatanan Demokrasi


Manado, ME

Perhelatan pesta demokrasi negeri Wenang sudah H-2. Kerawanan ‘Money Politic’ jadi hal yang banyak kali terjadi menjelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Peringatan keras pun terlontar dari gedung cengkeh untuk setiap Pasangan Calon (Paslon) di Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Denny Sumolang mengingatkan, agar para paslon menjauhi permainan uang di pelaksanaannya nanti. Sikap seperti itu bukanlah cara untuk mecapai keberhasilan dalam Pilkada. “Saya mengingatkan agar tiap paslon dalam meraih kemenangan jangan dengan menghalalkan segala cara,” tandasnya.

Ia menambahkan, kebiasaan yang sudah membudaya tersebut bisa merusak citra politik di bumi Nyiur Melambai. Menurutnya, politik uang atau dikenal ‘money politic’, menciderai demokrasi yang sudah dibangun selama ini. “Ini sangat merusak tatanan demokrasi yang dibangun,” tegasnya.

Dirinya meminta agar masyarakat juga jeli dan bijak melihat setiap figur yang suka bermain uang. Jangan sampai hak suara pemilih hanya dibeli dengan mudahnya. “Masyarakat harus bijak, jangan dipengaruhi uang,” ungkapnya.

Diketahui, Pilwako Manado bakal digelar tanggal 17 Februari 2016, sesuai dengan yang ditetapkan pihak penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pemilihan ini agenda sebelumnya bagian dari Pilkada serentak 9 Desember 2015 yang tergeser. Ada 3 paslon yang bakal dipilih nanti di dalamnya yakni nomor urut 1, Harley Mangindaan-Jimmy Asiku, nomor 2 Vicky Lumentut-Mor Bastiaan dan nomor 3 Hanny Pajouw-Tonny Rawung. (tim me)



Sponsors

Sponsors