Gedung Cengkeh Kehilangan 'Pejuang'

Kader Terbaik Gerindra Berpulang


Manado, ME

Awan mendung menaungi Gedung Cengkeh. Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) berpulang. Sekejap suasana gedung wakil rakyat itu penuh duka.

Sabtu (6/2), anggota dewan Sulut Komisi IV, Yusuf Hamim menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Prof Kandouw, Malalayang. Dari informasi yang diperoleh, Yusuf terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Sangat disayangkan legislator asal Totabuan ini harus gugur di masa-masa melakukan tanggung jawabnya sebagai anggota parlemen DPRD Sulut.

Kepergian sosok yang dikenal produktif membawa aspirasi rakyat ini menuai ungkapan rasa duka dari berbagai kalangan. Sontak kerabat, saudara serta kenalan tak percaya legislator yang dikenal vocal ini telah tiada. “Nda sangka pak Yusuf sebelumya mengundang kita di ulang tahun partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya). Tapi justru pak Yusuf pergi di saat ulang tahun Gerindra,” ungkap Desiree Lontaan, salah satu wartawan yang melaksanakan tugas di DPRD Sulut.

Figur Yusuf Hamim cukup dikenal sebagai seorang yang konsisten dalam menjalankan tugasnya mengawal aspirasi rakyat. Lebih khusus untuk masalah-masalah sosial, legislator Sulut ini banyak memberikan perhatiannya. “Sebagai anggota dewan yang duduk di komisi yang membidangi sosial, pak Yusuf rajin dan giat dalam penanganan-penanganan masalah kemasyarakatan,” kata Jeff Karundeng ,wartawan yang bertugas di DPRD Sulut.

Ungkapan turut berduka cita disampaikan Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulut, Meiki Suawa. Dirinya mengaku terkejut dengan kepergian teman mereka Hi. M Yusuf Hamim. “Di-HUT kedelapan, Gerindra Sulut kehilangan kader terbaik. Kami kehilangan seorang kader yang sangat loyal. Seluruh pengurus, kader dan simpatisan merasa sangat terpukul dengan peristiwa ini,” ungkap Suawah.
“Selamat jalan rekan seperjuangan, selamat jalan sahabat. Di hari jadi Partai Gerindra ke-8, tepatnya 6 Februari 2016, kami harus kehilangan seorang kader yang luar biasa,” tukasnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors