Diduga Stres Anaknya Dicabuli, Pria Beristri Dua Gantung Diri di Manado


Manado, ME

Seorang pria bernama Darwin Pontoh (62) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Kombos Timur Lingkungan V Kecamatan Singkil Kota Manado, Sabtu (15/6/2013). Pria beristri dua ini diduga stres karena anak perempuannya menjadi korban pencabulan.

Korban pertama kali ditemukan istri keduanya Nori Mustafa (43) yang baru pulang dari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Kelurahan Kombos Barat Kecamatan Singkil, pada pukul 16.00 WITA. Darwin gantung diri menggunakan kain selimut merah muda dan putih yang diikatkan ke kayu atap rumah di dalam kamar.

“Saya panggil-panggil, Pak, buka pintu, saya mau masuk, tapi tidak ada jawaban. Saya pikir dia sementara tidur,” kata Nori, di tempat kejadian, Sabtu (15/6/2013).

Karena tidak dibukakan, Nori mencoba membuka kaitan pintu dari paku dan langsung menuju ke dalam kamar. Dia terkejut melihat suaminya dalam keadaan setengah terduduk di atas ranjang dengan kain selimut terikat di leher dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

“Saat itu saya langsung teriak minta tolong sama oma Usi di samping rumah dan berusaha melepaskan ikatan di kayu,” tandas Nori.

Nori mengatakan, korban sempat menemuinya di tempatnya bekerja saat sedang membuat abon ikan, lalu mengatakan akan pulang ke rumah. “Dia juga sempat pergi ke rumah orang tuanya jam 2 siang tadi,” terangnya.

Informasi yang dikumpulkan, korban diduga stres karena anak perempuannya yang baru berusia 13 tahun, menjadi korban pencabulan yang dilakukan pacarnya. Korban sempat melapor ke Mapolsek Singkil, karena siswi SMP itu selama sehari tidak pulang ke rumah. Setelah anaknya kembali dan mengetahui telah dicabuli, korban membuat laporan polisi di Mapolresta Manado, subuh tadi.(dtc)

Foto : Ilustrasi



Sponsors

Sponsors