DPP PDIP Restui Angouw


Manado, ME

Drama panas pengisian kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) yang baru akhirnya mulai berujung. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mempunyai ‘hak kesulungan’ akhirnya menentukan pilihan.

Nama Andrei Angouw tersiar di depan khalayak Rapat Paripurna Pembacaan Ketua DPRD Provinsi Sulut. Ketua Komisi III ini sekejap berubah sebagai pemegang ‘mapatu’ para legislator Nyiur Melambai, Rabu (3/2).

Dalam Surat Keterangan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP nomor 1214/In/DPP/2016 tertanggal 1 Februari 2016 tentang penggantian Ketua DPRD Sulut mengesahkan, Andrei Angouw menduduki kursi nomor 1 Wakil Rakyat Sulut. “Mengesahkan Andrei Angouw menggantikan Steven Kandouw sebagai ketua dewan. Semua Kader partai patut memperjuangkan dan mendukung Andrei Angouw jadi Ketua DPRD Sulut. Jika tidak akan diberikan sanksi organisasi,” kata Sekretaris Dewan, Bartolomeus Mononutu, membacakan SK DPP tersebut dalam rapat paripurna di gedung cengkeh.

Ketua Sementara DPRD Sulut, Stefanus Vreeke Runtu (SVR) mengungkapkan, berdasarkan undang-undang dan SK yang masuk di Sekretariat DPRD Sulut maka dalam rapat paripurna, diumumkan pergantian ketua DPRD. “Yang terhormat bapak Andrei Angouw disilahkan untuk berdiri,” ungkap SVR di sela-sela paripurna.
Sementara, Asisten III Pemerintah Provinsi (Pemprov), Christian Talumepa menyampaikan, setelah diumumkan, pengganti Ketua DPRD Sulut akan didefinitikan. Diharapkan, dengan adanya ketua dewan yang baru dapat menguatkan eksistensi para anggota dewan. “Kiranya Tuhan melapangkan jalan sehingga moment tersebut untuk didefinitikan dapat segera terlaksana,” papar Talumepa membacakan sambutan Penjabat Gubernur, Soni Sumarsono.
Lanjutnya, para legislator dengan ini dapat menjalankan fungsinya dalam rangka representasi rakyat Sulut. Kedudukan DPRD merupakan bagian integral dari pemerintah daerah. Dimana karakter DPRD memliki corak yang sangat berbeda. “Efektif dan efisiennya berbagai program daerah serta gerak roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Provinsi Sulawsi Utara, dintentukan peran DPRD sebagai institusi,” tuturnya.
Terpisah, Andrei Angouw ketika diwawancarai mengatakan, Rapat Paripurna kali ini baru pembacaan dan pengusulan. Dirinya belum secara resmi menjadi Ketua DPRD Sulut. Menurutnya, akan benar-benar menjadi Ketua DPRD ketika sudah dilantik. Secara pribadi ia berterima kasih kepada partai pengusung yang telah mempercayakannya memegang posisi ketua dewan.

“Saya rasa untuk saat ini hanya sampai di situ. Saya belum bisa berkomentar lebih karena saya belum menjadi ketua DPRD Sulut. Belum pada porsi saya,” tukasnya.

Terpilihnya Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Sulut, disambut positif kader banteng moncong putih yang ikut di-fit and proper test oleh DPP PDIP beberapa waktu yang lalu. Tak terkecuali dari rival terkuat Angouw, Andriana Dondokambey. Diakuinya, peristiwa tersebut merupakan hal biasa di pentas politik.

Aroma tenang dan sejuk tetap terpancar di wajah legislator wanita ini, selesai digelarnya Rapat Paripurna pembacaan dan pengusulan Ketua DPRD Provinsi. Nampak terlihat biasa-biasa saja bersama dengan para kader di tubuh Fraksi PDIP, khususnya ketika membuka cerita bersama Andrei Angouw.

Mereka adalah dua nama yang menguat pada injury time penunjukkan ketua wakil rakyat Sulut di antara kelima kandidat partai moncong putih. “Biasa-biasa saja. Tidak kecewa,” ujarnya.

“Dalam politik biasa seperti itu dan kita harus siap menerima segala hal,” tukasnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors