Jumlah Pengidap Melonjak, Kotamobagu Rawan HIV/AIDS


Kotamobagu, ME

Ancaman human immunodeficiency virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) kian menggila. Epidemi penyakit mematikan ini terus merambah hingga ke pelosok daerah. Bahkan di beberapa wilayah, laju penyebarannya menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Salah satunya di wilayah Kota Kotamobagu.

Data terakhir Dinas Kesehatan setempat mencatat ada sebanyak 55 orang yang positif mengidap AIDS. Jumlah itu belum termasuk pengidap lain yang tidak terdeteksi.

Peningkatan ini jelas merupakan ancaman serius bagi masyarakat. Di awal tahun 2016 saja, dua warga di Kotamobagu tercatat meninggal akibat mengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya ini.

”Data itu kami terima dari pihak provinsi. Jadi kalau dilihat, hampir setiap tahun ada peningkatan pengidap positif HIV dan AIDS. Dari tahun 2013, ada 3 orang yang positif HIV. Sedangkan AIDS berjumlah 19 orang. Di tahun 2014, pengidap HIV sebanyak 4 orang, dan AIDS naik menjadi 23 orang. Sementara data untuk 2015 pengidap HIV sebanyak 6 orang. Jadi total jumlah pengidap AIDS ada sebanyak 55 orang,” ujar Vonny Kawuwung SE, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular, Dinkes Kotamobagu.

Meningkatnya angka ODHA ini, tidak seimbang dengan kesiapan Pemkot Kotamobagu terkait pencegahan atau pun pendeteksian penyakit mematikan ini. Sehingga, masih menggunakan hasil tes klinik yang dimiliki provinsi. Kendati demikian, Dinkes tetap berupaya agar pendeteksian penyakit ini bisa dilakukan oleh daerah.

“Di Kotamobagu terkendala dengan belum adanya clinik VCT sehingga kami masih menggunakan hasil dari provinsi. Namun, di tahun ini rencananya kami akan presentasikan di hadapan Walikota, agar di Kota Kotamobagu sudah memiliki alat tersebut,” tambah Vonny.

Meski demikian, dirinya terus melakukan pemeriksaan rutin dengan menggunakan sarana Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

“Yakni pemeriksaan RDT atau tes cepat HIV, melalui sarana Puskesmas serta rumah sakit yang sasaranya adalah ibu hamil, serta penderita TBC ataupun penderita yang mempunyai gejala. Di samping itu juga kami selalu melakukan penyuluhan melalui sekolah-sekolah, maupun Universitas, ataupun pengkaderan dan rumah tahanan yang ada di Kotamobagu,” kata Vonny.

Dirinya juga menghimbau kepada warga dan masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, terutama tidak melakukan sex bebas.

“Yah, sebab HIV AIDS akan menular ketika berhubungan sex dengan penderita, maupun melalui tranfusi darah ataupun jarum suntik, terlebih bagi yang sering mengkomsumsi narkoba,” tutup Vonny. (yadi mokoagow)



Sponsors

Sponsors