E2L dan Imba 'Ancam' SVR, JFE Potensial


Manado, ME

Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Utara (Sulut) tengah menatap agenda Musyawarah Daerah (Musda). Sederet petarung terkuat pun mulai mencuat di ranah publik. Wajah lama diprediksi bakal bersaing memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I partai berlambang pohon beringin ini. Jimmy Rimba Rogi (Imba) dan Elly Engelbert Lasut (E2L) terbilang ancaman menakutkan bagi Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Namun, sejumlah figur muda potensial juga dianggap harus diperhitungkan. Sebut saja Jimmy Feidy Eman (JFE).

“Untuk kursi DPD Sulut nanti, Imba bisa salah satu saingan bagi pak SVR. Apalagi, Imba saat maju di Pilkada Manado mendapat dua surat keputusan (SK) dari dua kubu Partai Golkar di pusat,” ujar pengamat politik dan pemerintahan Lefrando Gosal.

Baginya, selain Imba, E2L jadi momok dalam memperebutkan kursi panas partai berwarna kuning tersebut. E2L diketahui juga mendapat dua SK dari DPP Partai Golkar saat maju dalam Pilkada Sulut. “Elly pasti mendapat dukungan dari DPD II di kabupaten dan kota. Manuvernya juga tidak kalah dengan yang lain,” paparnya.

Sementara, di pihak lain sejumlah aktivis dan pengamat politik menilai, pada Musda nanti Golkar butuh ‘nafas’ baru dan muda dalam mengembangkan dan memajukan gerbong politiknya. Seperti halnya informasi yang diterima dari pusat, dua 'matahari' Golkar, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tidak lagi mencalonkan diri sebagai pimpinan pusat jika Munas bergulir. Mereka bermaksud menghadirkan generasi baru yang dapat memimpin partai tersebut. “Sama halnya dengan yang dilakukan Aburizal dan Agung mengurungkan niat. Begitu juga seharusnya di DPD Sulut harusnya calonnya tidak itu-itu saja. Golkar sebaiknya perlu nafas baru,” pungkas aktivis dan pengamat politik, Hendra Mokorowu.

Menutunya, seandainya Golkar mengikuti jejak pusat untuk menghadirkan figur baru, posisi figur seperti Jimmy Feidy Eman cukup berpengaruh di dalam perhelatan Musda nanti. Manuver figur muda Golkar tersebut tidak bisa dipandang remeh. Ditambah lagi, sosok JFE telah terlihat kepiawaiannya dalam mengangkat nama partai pada Pilkada di Tomohon. “Eman tidak bisa dipandang remeh. Dia figur muda yang memiliki kemampuan dan itu sudah ia buktikan di Tomohon. Kalau Golkar Sulut mau maju, sosok seperti ini harus didorong,” tambahnya.

Di internal partai sendiri, nama SVR dianggap masih terbilang kuat untuk melanjutkan kepemimpinannya di DPD I Sulut. Seperti yang diungkapkan, Sekretaris DPD I PG Sulut, Eddyson Masengi sebelumnya. Dikatakannya, pada setiap Musda DPD II, nama SVR mendapat dukungan bulat untuk kembali memimpin DPD I PG Sulut periode 2016-2021. “Memang seperti itu keadaannya. Di seluruh Musda DPD II, belum ada nama pesaing SVR yang muncul. Setahu saya, tidak ada nama-nama lain. Di seluruh Musda, cuma nama pak SVR saja,” tandasnya.

Ia menambahkan, soal keabsahan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Aburizal Bakrie (ARB), kubu ARB adalah yang diakui pemerintah, meski sekarang ini masih bergulat dengan polemik. “Buktinya, di setiap Musda DPD II yang kami gelar, pemerintah selalu hadir. Mulai dari Bupati dan Walikota ataupun wakilnya, ataupun Sekretaris Daerah. Sebagai contoh di Bolmut, ribuan orang hadir dan juga Bupati setempat. Jadi Golkar ARB tak terbantahkan secara de jure dan de facto. Ini yang harus diakui,” tandasnya. (tim me)



Sponsors

Sponsors