Kapal Listrik MVVP Akhirnya Beroperasi


Amurang, ME

Krisis listrik yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya teratasi dengan beropersinya Kapal Listrik Zeynep Sultan Marine Vessel Power Plant (MVVP) berkapasitas 120 Mega Watt (MW). Pengoperasian kapal ini diresmikan Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono di PLTU Amurang, Sabtu (30/1) siang tadi, yang dihadiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama seluruh Bupati dan Walikota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Gorontalo, Forkompimda Sulut, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Renne Hosang, dan Forkompimda Minsel.

Setelah melalui tahapan instalasi dan administrasi yang memakan waktu kurang lebih satu bulan, kapal ini akhirnya mengaliri listrik di wilayah Sulut dan Gorontalo. Setelah dihadapkan dengan pemadaman karena devisit listrik, secara bertahap, pasokan listrik di dua daerah ini berangsur-angsur pulih.

“Setelah melewati serangkaian uji coba, tanggal 27 Januari jam empat sore, kapal ini sudah bisa beroperasi,” kata General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Gorontalo (Suluttengo) Baringin Nababan, saat menyampaikan sabutan saat syukuran operasi MVVP Zeynep Sultan.

Dia mengatakan sangat senang dengan beroperasinya kapal pembangkit listrik karena akan menyuplai listrik ke sistem interkoneksi Sulut dan Gorontalo. “Semoga kapal yang beroperasi di Amurang ini dapat membantu masyarakat Sulut dan Gorontalo. Ini semua berkat dukungan pemerintah Sulut dan Gorontalo,” ujarnya.

Dia mengungkapkan sebelum kapal ini beroperasi, dua daerah ini mengalami devisit 50 MW. Dengan situasi tersebut PLN Suluttengo harus melakukan serangkain pemadaman bergilir. “Dengan beroperasinya kapal ini, wilayah Sulut dan Gorontalo sekarang surplus 70 MW. Itu tentu sudah tidak ada lagi pemadaman. Kalaupun terjadi itu karena faktor alam seperti pohon tumbang atau tanah longsor,” katanya.

Dia juga menjelaskan operasional Kapal Zeynep Sultan ini dijalankan dengan bahan bakar heavyfuel oil (HFO) yang jauh lebih murah dan siap dipasok pertamina. “Kapal ini menggunakan teknologi tercanggih menawarkan efisiensi tertinggi dan ramah lingkungan dan desainnya berstandar internasional,” jelasnya.

Kedepan dia mengatakan masih akan melanjutkan program yang sedang dalam tahap pengerjaan. Jika semuanya sudah selesai, 250 MW akan bertambah dalam kurun waktu empat tahun kedepan. “Dengan surplus listrik, PLN sudah dapat melayani daftar tunggu pelanggan,” ujarnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors