Salihi Ancam Bank Sulut-Go


Manado, ME

Reaksi keras ditunjukkan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Salihi Mokodongan. Kali ini, Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go), jadi sasaran sang pemegang mapatu Tanah Totabuan. Nada ancaman nyaring didendangkan. Status Bank Sulut-Go Cabang Lolak, jadi titik masalah.

Teranyar, Salihi mengancam akan menarik saham dari Bank Sulut-Go, jika tak mengindahkan permintaannya. Ia mendesak agar status Bank Sulut-Go Cabang Lolak, segera dinaikan ke kelas I. Alasannya, bank yang memilik jargon ‘Torang Pe Bank’ pada 2015 silam, sudah berhasil meraup laba sekira Rp40 Milliar dengan total aset sekitar Rp333 Milliar. Belum lagi pada tahun 2016. Nominal investasi Pemkab Bolmong ke Bank Sulut-Go diperkirakan mencapai Rp1 Triliun.

“Seiring pertumbuhan ekonomi di daerah ini terus berkembang dengan pesat. Saya minta kepada Direksi untuk memperhatikan peningkatan status Bank Sulut-Go di Lolak dari kelas II ke kelas I,” tandas Salihi.

Lanjutnya, untuk kantor yang ada saat ini tidak memenuhi syarat untuk melakukan pelayanan.“Saya meminta dipercepat pembayaran kantor yang ada di Lolak dan membangun kantor baru. Kalau tidak terakomodir pemerintah akan menarik sahamnya. Kenapa daerah lain bisa kami tidak bisa,” tegasnya.

Bupati berharap permintaan tersebut segera dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.“Paling tidak kalau sudah dibahas melalui RUPS proses tersebut sudah bisa direalisasikan,” semburnya.

Sementara itu, Kepala Bank Sulut-Go Cabang Lolak, Kennedy Paputungan, enggan berkomentar terkait hal tersebut.“Jangan konfirmasi ke saya,” singkatnya.(media sulut)



Sponsors

Sponsors